Proyek berskala besar jadi target awal pembangunan 35 ribu MW
"Tapi untuk yang kecil-kecil yang dua-tiga tahun kita mulai tahun depan."
Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka monitoring kinerja PLN, terutama dalam hal mega proyek listrik 35.000 MW.
"Monitoring saja. Ya mudah-mudahan sih masih dalam ini ya, tahap penyelesaian. Kita berupaya maksimum," kata Sofyan ketika ditemui di lokasi, Selasa (20/10).
Menurut Sofyan, realisasi pembangunan megaproyek pembangkit listrik 35.000 MW sudah mulai berjalan. Perencanaan proyek sudah dimulai sejak Mei 2015.
"Juni-Juli-Agustus-September, baru empat bulan. Baru mulai prakualifikasi, baru mulai kita lakukan tender, baru mulai masuk-masukin permohonan untuk hasil tender," ungkap Sofyan.
Sekarang ini, lanjut Sofyan, PLN mendahulukan proyek pembangkit listrik dengan kapasitas atu berskala besar yang mendukung proyek 35.000 MW. Alasannya, proyek besar butuh waktu sekitar empat tahun untuk rampung.
"Jadi harus kita mulai 2015 supaya selesai 2019. Jadi pembangkit itu ada yang selesai empat tahun, ada yang lima tahun, tiga tahun dan dua tahun. Tapi untuk yang kecil-kecil yang dua-tiga tahun kita mulai tahun depan. Supaya yang besar-besar ini jalan dulu," jelas Sofyan.
Sofyan menambahkan, pembangkit kapasitas besar merupakan proyek ekspansi, antara lain proyek Tanjung Jati B, Indramayu, Cirebon, Cilacap.
"Itu kan ekspansi, tidak tender jadi kita tunjuk, angkanya berkisar 4.000 MW, dan itu kita bisa PPA bulan November-Desember. Begitu juga yang lainnya, kita perkirakan sampai akhir tahun ini sampai 10.000 lebih lah. (Nilai investasinya?) Ya tinggal dikali, dikali USD 2 juta," ucap Sofyan.
(mdk/idr)