LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Proton tetangga uji kesetiaan Jokowi pada esemka

Jokowi dinilai mendukung mobnas sebagai bentuk balas jasa ke Hendropriyono karena ikut menyukseskannya jadi presiden.

2015-02-11 08:00:00
Mobil Nasional
Advertisement

"Satu, dua, tiga."

Ada tiga sedan proton menyalip mobil saya sepanjang perjalanan pulang kantor, kemarin. Heran, saya jadi sering memperhatikan mobil buatan Malaysia yang sebenarnya masih jarang peminatnya itu.

Bisa jadi ini gara-gara ramainya pemberitaan soal Proton mengajak kerja sama PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) untuk bikin mobil di Indonesia.

Advertisement

Setali tiga uang, AM Hendropriyono, bos ACL, memiliki obsesi terpendam untuk membuat mobil nasional (mobnas). Sesuatu yang gagal diwujudkan ketika dia menjadi presiden komisaris PT Kia Mobil Indonesia dan menggandeng PT Timor Putra Nasional untuk memproduksi mobnas dengan nama Kia Sephia.

Fakta Presiden Jokowi menyaksikan langsung penandatanganan dokumen kerja sama itu di Malaysia membuat persoalan ini menjadi ramai. Prasangka Jokowi memberi karpet merah bagi Hendropriyono untuk bikin mobnas menganak sungai. Ini dinilai sebagai balas jasa Jokowi ke Hendropriyono karena ikut menyukseskannya jadi presiden.

Padahal, Jokowi, saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, pernah menunjukkan ketidakberpihakannya pada mobil murah. Katanya, itu tak benar karena seharusnya pemerintah pusat memperbanyak transportasi massal. Terlebih lagi, sekarang, konektivitas antarmoda transportasi massal menjadi salah satu kunci tol laut Jokowi.

Advertisement

Kalaupun ingin memiliki mobnas, Jokowi sudah selayaknya mengutamakan esemka. Mobil rakitan pelajar Sekolah Menengah Kejuaran (SMK) itu membuat citra Jokowi naik hingga langit ketujuh. Kata FX Hadi Rudyatmo, Wali Kota Solo saat ini, esemka berjasa mengantar Jokowi duduk di kursi Gubernur Jakarta.

Jokowi berusaha membendung arus liar itu. Selepas mendarat di Halim Perdanakusumah dini hari kemarin, Jokowi menegaskan kerja sama itu murni urusan bisnis antardua perusahaan swasta. Dia bukan dalam posisi inisiator proyek, melainkan tamu undangan pemimpin Proton Mahathir Muhammad dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Jokowi tak keberatan dengan kerja sama itu sepanjang bisa mendatangkan investasi ke Indonesia. Maklum, investor, terutama asing, sekarang sudah seperti "pujaan hati" ditunggu-tunggu pemerintah guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Demi itu pula, mungkin, Jokowi sungkan menyinggung persoalan iklan robot Malaysia yang menghina pekerja migran asal Indonesia. Selama Jokowi berada di rumah tetangga suka berulah itu, tak ada berita Najib Razak mengecam iklan berslogan "Fire Your Indonesian Maid Now" itu atau sekedar meminta maaf.

Terlepas itu, yang mengejutkan buat saya, Jokowi ternyata belum menanggalkan kesetiaannya pada esemka! Dia ingin menjadikan esemka mobil nasional, meskipun belum tahu kapan.

Saat ini, kesetiaan Jokowi belum bisa diuji. Tapi nanti, ketika proton tersengal-sengal di Indonesia. Apakah Jokowi bakal memberikan "napas buatan"? Mengingat ini adalah proyek kawan semakin dekat sejak pilpres lalu.

Mungkin, Anda menilai kekhawatiran saya terlalu jauh. Entahlah, Tapi, yang pasti, nantinya saya tak mau melihat, apalagi menghitung, proton hasil perselingkuhan.

Baca juga:
Lucunya Aceng Fikri dan 'Tommy Soeharto' saling sindir soal mobnas
Garis tangan guru telik sandi
Gurita bisnis Hendropriyono
Bela Jokowi, mereka sebut Proton bukan proyek mobil nasional
Menko Sofyan: Proton asal klaim produk mereka jadi mobnas
Ekonom: Presiden Jokowi harus bedakan kepentingan negara dan bisnis

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.