Prospek properti cerah di 2017, BTN siapkan amunisi
Ruang bisnis sektor perumahan pun masih luas untuk dikembangkan. Hingga September 2016, kontribusi sektor perumahan terhadap PDB berkisar 2,5 persen-2,8 persen.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk fokus pada penciptaan pengembang properti baru dan memoles layanan digital banking untuk menggarap potensi besar sektor properti pada tahun depan.
Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan, sektor perumahan nasional pada tahun depan akan terus membaik. Penopangnya, yakni perbaikan beberapa faktor penentu pertumbuhan bisnis properti seperti pertumbuhan ekonomi yang positif, tingkat suku bunga acuan yang cenderung turun, bonus demografi, hingga pembangunan infrastruktur yang terus tumbuh.
Selain itu, lanjut Maryono, ruang bisnis sektor perumahan pun masih luas untuk dikembangkan. Hingga September 2016, kontribusi sektor perumahan terhadap PDB berkisar 2,5 persen-2,8 persen.
"Dengan kontribusi itu, artinya masih banyak ruang bisnis yang bisa dikembangkan. Untuk itu, Bank BTN mendorong penciptaan pengembang baru di sisi supply dan terus berinovasi dalam digital banking untuk akselerasi demand," ujar Maryono di Jakarta, Rabu (14/12).
Proyeksi positif bagi sektor perumahan juga terlihat dari kebijakan pemerintah yang menempatkan sektor properti sebagai prioritas. Apalagi, dalam sektor properti nasional, Bank BTN tak hanya berperan sebagai lembaga pembiayaan, tapi juga menjadi inisiator dan integrator serta pusat informasi dan keahlian.
Maryono menjelaskan, dalam mendorong lahirnya wirausaha baru di bidang properti, Bank BTN telah memiliki program mini MBA in Property. Hingga kini, program tersebut telah meluluskan 235 calon wirausaha di sektor properti. Targetnya, lulusan program ini akan meningkat menjadi 1.000 orang pada 2017.
Pada tahun depan, lanjut Maryono, Bank BTN juga akan mengokohkan digital mortgage perseroan. "Dengan sistem ini, masyarakat bisa mengajukan kredit pemilikan rumah [KPR] secara online," tutur Maryono.
Hingga Oktober 2016, pertumbuhan bisnis Bank BTN (unaudited) masih berada di atas industri. Perseroan mencatat peningkatan aset sebesar 18,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 167,74 triliun di Oktober 2015 menjadi Rp 197,72 triliun di bulan yang sama tahun ini.
Kredit pun naik 16,63 persen (yoy) dari Rp 132,89 triliun pada Oktober 2015 menjadi Rp 154,99 triliun di Oktober 2016. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 19,01 persne (yoy) dari Rp 124,4 triliun per Oktober 2015 menjadi Rp 148,05 triliun pada Oktober tahun ini.
Baca juga:
Pemerintah harus penuhi kebutuhan 400.000 unit rumah setiap tahun
Program Serbu buat dana murah BTN melonjak jadi Rp 66,66 T
Green Pramuka Square, pusat perbelanjaan baru di sekitar hunian
Apartemen jadi primadona baru bagi para pencari rumah
12.500 Agen properti kumpul bahas pasar Indonesia
Cara anyar Woodland Park Residence dorong penjualan akhir tahun