LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Proses Ribet, UMKM Enggan Manfaatkan KUR Perbankan

Mereka beranggapan bahwa proses pengajuan kredit saat ini terlalu berbelit, dan mereka tak mau ribet. Padahal di Kota Susu tersebut masih banyak pelaku UMKM yang masih kekurangan modal.

2022-10-01 14:00:00
UMKM
Advertisement

Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengaku enggan mengajukan kredit ke perbankan untuk mendapatkan modal. Mereka beranggapan bahwa proses pengajuan kredit saat ini terlalu berbelit, dan mereka tak mau ribet. Padahal di Kota Susu tersebut masih banyak pelaku UMKM yang masih kekurangan modal.

Pernyataan dikemukakan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Boyolali, Karsino, disela acara Sosialisasi Program KUR dan Lembaga Keuangan untuk Kredit Usaha Rakyat yang diselenggarakan Bale Rakyat Aria Bima dan Yayasan Bangun Watak di Front One Hotel, Boyolali, Jumat (30/9)

"Di Boyolali ini pelaku UMKM kebanyakan tidak mau berbelit-belit sehingga mereka enggan untuk mengajukan kredit ke bank. Selain itu dari pihak bank sendiri juga belum maksimal untuk menyalurkan kredit ke pelaku UKM," ujarnya.

Advertisement

Menurut Karsino, di Boyolali ada sekitar 8.000 UMKM yang terdaftar di Disdagperin. Dikatakannya, jumlah tersebut meningkat pasca pandemi Covid-19 lalu. "Datanya memang tidak statis, selalu dinamis. Dulu sebelum pandemi jumlahnya banyak tetapi saat pandemi hilang dan sekarang sudah mulai banyak lagi," jelasnya.

Pemerintah Turunkan Bunga KUR

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima meminta para pelaku UKM agar melihat pasar yang terus berubah. Di era teknologi seperti saat ini, pilihan bagi konsumen semakin banyak.

Advertisement

"Coba kita lihat ke pasar, kita cek. Misal produk makanan, konsumen juga pasti akan melihat kemasannya juga. Selain itu di promosinya, bisa juga ada proses pembuatannya," katanya.

Dengan demikian, lanjut Politisi PDIP, konsumen bisa memilih produk yang sehat, enak dan murah. Bima juga mengimbau pata pelaku UKM untuk memanfaatkan program KUR dari pemerintah.

"Saat awal pak Jokowi menjadi presiden, bunga KUR 19 persen kemudian turun secara bertahap hingga saat ini menjadi 6 persen," ucapnya.

Bima berharap pelaku usaha yang sudah mengakses KUR mulai menghitung keuangan dengan bunga normal. Sehingga bisa menghitung ongkos produksi dengan realistis.

"Pelaku UMKM tetap menghitung nyicil bunga itu 12-14 persen t 6 persen. Selain itu juga untuk upah tenaga kerja juga harus dihitung realistis. Sehingga bisa tahu untung atau rugi," jelas dia.

Curhat Pelaku UMKM

Salah satu pelaku UKM,  Muhammad Nusron mengaku belum mendapatkan akses KUR dan perbankan. Dia pun tertarik untuk mengajukan program KUR, namun masih ragu karena prosesnya berbelit dan biaya administrasi yang tinggi. 

"Saya terus terang masih ragu, prosesnya ribet. Nominal yang diterima tidak sebesar yang diajukan karena harus dipotong administrasi," katanya.

Dalam acara tersebut selain menghadirkan Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima secara online, juga menghadirkan Cluster Manager Mikro Bank Mandiri Solo, Budi Dipa serta praktisi marketing digital Ahmad Ridho. 

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.