Produsen pesawat China berminat investasi di Bandara Kertajati
Comac menjajaki kemungkinan membuka pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO).
Commercial Aircraft Corporation of China atau Comac berminat investasi di kawasan aerocity Bandara Internasional Kertajati, Kabupaten Majalengka. Produsen pesawat Negeri Tirai Bambu tersebut menjajaki kemungkinan membuka pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) di bandara tersebut,"
Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa, seperti diberitakan Antara, di Bandung, Minggu (20/3).
"Pihak COMAC ingin diakomodir lahan, di mana untuk tahap I butuh 43 hektar karena akan diarahkan bisa merawat 200 pesawat," katanya.
Berdasarkan pemaparan perusahaan, kata Iwa, kebutuhan lahan awalnya seluas 13 hektar. Namun, bisa bertambah menjadi 43 hektare dan disesuaikan dengan kebutuhan layanan COMAC.
"Pihak COMAC sudah memiliki hitungan di Kertajati dan mereka membidik industri MRO di sana karena dianggap dari segi geografis Bandara Kertajati lebih strategis bagi kawasan Asia Tenggara dan Asia," ujarnya.
"Provinsi Jabar dianggap potensial padahal awalnya basis MRO direncanakan di Singapura dan Australia."
Dia mengaku investor China tersebut belum mengungkapkan besaran dana yang akan digelontokan.
"Tapi dengan kebutuhan lahan tahap pertama dan jumlah pesawat yang bisa dilayani, saya memprediksi nilai investasi akan sangat besar. Bisa triliunan rupiah."
(mdk/yud)