Produsen lada dunia kumpul, bahas cara tingkatkan produksi
"Bagaimana meningkatkan lada misalnya, kemudian untuk mendapatkan lada premium."
Kementerian Perdagangan bersama sejumlah produsen lada dunia hari ini menyelenggarakan International Pepper Community (IPC). Beberapa agenda akan dilangsungkan dalam pertemuan tersebut, salah satunya membahas tentang pengembangan komoditi lada.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo mengungkapkan, dalam acara tahunan tersebut, pihaknya bersama seluruh produsen lada dunia akan membahas perkembangan dan potensi lada ke depannya.
"Kita ada 6 negara produsen lada dunia yang sebenarnya mencakup 90 persen produsen lada dunia yang bergabung dalam IPC ini. Beberapa agenda antara lain situasi pasar saat ini, kemudian cara atau upaya kita dalam memperbaiki produksi lada kita," kata Iman di Hotel Merlynn, Jakarta, Senin (8/8).
Selain itu, lanjut Iman, dalam kegiatan ini nantinya akan ada presentasi yang dilakukan oleh akademisi untuk membahas peningkatan kualitas lada. Sebagai produsen lada terbesar kedua di dunia, pihaknya ingin terus menjaga konsistensi.
"Bagaimana meningkatkan lada misalnya, kemudian untuk mendapatkan lada premium seperti apa dan lainnya," tuturnya.
Dalam kesempatan ini diharapkan Indonesia bisa memanfaatkan momentum. Sebab, produsen dan importir dari negara konsumen lada di dunia akan hadir.
"Jadi di situ juga akan bertemu produsen juga importir dari beberapa negara-negara konsumen lada. Saya kira ini kesempatan yang baik untuk memajukan sektor lada Indonesia," pungkasnya.
Baca juga:
Impor menurun, markas penggemukan sapi hanya terisi 16.000 ekor
Jadi kartel daging sapi, mendag bakal cabut izin importir
Mendag Enggartiasto puji pengelolaan pasar modern BSD
Pedagang curhat ke mendag: Daging beku tak laku dijual
Blusukan ke BSD, pembeli dan pedagang tak kenali Mendag Enggartiasto
Indonesia jalin kerja sama perdagangan bebas dengan Australia
Kemendag akan buat sertifikasi produk makanan dan minuman RI