LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Produsen: Industri Rokok Tetap Sehat, Buktinya Target Cukai Selalu Tercapai

Kontribusi pajak dari cukai rokok sebagaimana tercantum dalam APBN 2018 mencapai sekitar Rp 153 triliun. Angka ini meningkat sebanyak Rp 3 triliun di mana pada tahun 2017 kontribusi cukai rokok sebesar Rp 150,81 triliun.

2019-05-28 14:27:27
Industri Rokok
Advertisement

Direktur Utama PT Indonesian Tobacco Djonny Saksono mengatakan, kondisi bisnis tembakau di dalam negeri sangat menjanjikan dan tahan banting. Menurut dia, hal tersebut terbukti dengan target pemerintah pada penerimaan cukai yang selalu tercapai setiap tahunnya.

"Kondisi Tobacco kita luar biasa karena setiap tahun pemerintah meningkatkan target baru dari hasil cukai dan tidak ada yang tidak tercapai setiap tahun meskipun terus dinaikan oleh pemerintah. Pasar rokok akan tetap booming, sehat. Industri rokok tetap sehat," ucapnya di Jakarta, Selasa (28/5).

Sebagai informasi, kontribusi pajak dari cukai rokok sebagaimana tercantum dalam APBN 2018 mencapai sekitar Rp153 triliun. Angka ini meningkat sebanyak Rp3 triliun di mana pada tahun 2017 kontribusi cukai rokok sebesar Rp150,81 triliun.

Advertisement

Sebelumnya Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi bahkan mengungkapkan, penerimaan terbesar Bea Cukai 2018 disumbang oleh penerimaan cukai rokok.

"Cukai itu mencapai Rp159,7 triliun, yang terdiri dari cukai rokok Rp153 triliun, minuman (beralkohol) Rp6,4 triliun dan etil alkohol Rp0,1 triliun, serta cukai lainnya Rp0,1 triliun," papar dia Rabu (2/1).

Djonny pun menambahkan, industri rokok secara historis sudah menunjukkan bahwa industri ini tahan banting dan tetap tumbuh dari berbagai sentimen yang terjadi.

Advertisement

"Kalau kita ingat krisis 98 rupiah dan lainnya anjlok, banyak perusahaan besar masuk RS, tetapi tidak ada pabrik rokok yang masuk RS, semua sehat dan eksis. Ekonomi baik, orang merokok, ekonomi susah banyak orang merokok," ujarnya.

"Jadi entah bea cukai kita yang hebat atau perokok kita yang hebat, target cukai itu pasti selalu tercapai," tambah dia.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemerintah Didorong Buat Regulasi yang Bedakan Rokok dengan Vape
Tren Vape Dinilai Tak Bakal Pengaruhi Industri Rokok Linting
Cara PT HM Sampoerna Atasi Masalah Sampah Puntung Rokok
Kata Bos Sampoerna soal Tak Ada Kenaikan Cukai Rokok di 2019
Anggota DPR Dukung Produk Tembakau Alternatif Dari Bali
Aturan KTR Dinilai Rugikan Petani Tembakau di Indonesia

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.