LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Produksi anjlok, ekspor kopi Indonesia jeblok

"Sentral Amerika dan Vietnam ini bisa mengirimkan volume lebih besar dibandingkan dari Indonesia."

2017-04-19 09:03:35
Kopi
Advertisement

Sepanjang tahun ini, Indonesia mengalami penurunan ekspor kopi. Ini disebabkan oleh ketidakstabilan produksi komoditas andalan tersebut.

"Sebetulnya tidak ada penurunan permintaan dari negara-negara konsumsi kopi terbesar di dunia, tetapi karena Indonesia belum dapat menjaga kesinambungan, sejumlah pabrikan besar dari negara-negara pengimpor kopi tersebut mengalihkan pembeliannya," kata Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Tengah Mulyono Susilo di Semarang, seperti dikutip Antara, hari ini.

Adapun sejumlah negara dengan konsumsi kopi tertinggi, di antaranya Jepang, Amerika, Jerman, Italia, dan Spanyol. Mereka, terutama Eropa, mengalihkan impor kopi ke Amerika Tengah untuk Arabika dan Vietnam (Robusta).

Advertisement

"Selain harganya lebih menarik, sentral Amerika dan Vietnam ini bisa mengirimkan volume lebih besar dibandingkan dari Indonesia," katanya. "Pada dasarnya pabrikan besar butuh kestabilan kopi, sekarang ini yang bisa menjaga kestabilan tersebut baru wilayah sentral Amerika dan Vietnam."

Dia mengungkapkan, volume ekspor kopi tahun ini diperkirakan mencapai 350 ribu ton. Menurun ketimbang realisasi tahun lalu 540 ribu ton.

"Penurunannya lebih dari 40 persen, kondisi ini merupakan dampak dari musim elnino yang terjadi pada tahun 2015."

Advertisement

Diprediksi, volume ekspor bakal kembali normal pada tahun depan. Asal, produksi kopi tak terganggu cuaca.

"Kalau melihat cuaca akhir tahun lalu sampai saat ini secara volume tidak memengaruhi tetapi menjadi masalah bagi mutu dari kopi," katanya.

"Seharusnya April-Mei sudah mendekati masa panen. Jika cuaca berlanjut maka proses pengeringan akan terhambat. Dampaknya adalah produk kopi menjadi kurang bagus, kadar air tinggi, dan tumbuh jamur."

Kondisi ini, lanjutnya, berdampak pada penurunan produksi kopi di hampir seluruh daerah penghasil.

"Salah satunya Jawa Tengah."

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.