LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Produk otomotif dan elektronik Korsel bebas masuk Indonesia

Indonesia meminta Korsel buka pasar ikan, produk holtikultura, dan membuka peluang buruh terampil asal RI.

2013-09-26 14:09:25
otomotif
Advertisement

Kemarin, rombongan pejabat bidang perekonomian melawat ke Korea Selatan untuk membahas penyelesaian perjanjian ekonomi komprehensif kedua negara (CEPA). Delegasi Indonesia yang diwakili Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri Perindustrian MS Hidayat sepakat membuka pasar dalam negeri untuk produk-produk dari Negeri Ginseng.

Produk-produk Korsel akan dibebaskan masuk ke dalam negeri. Dua sektor yang akan mendapat prioritas, asal ada komitmen berinvestasi, adalah otomotif dan elektronik. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, usulan draf CEPA Indonesia akan dirampungkan segera dan dibahas bersama pemerintah Korsel.

"Rencana investasi akan diselesaikan nanti akhir Oktober, untuk menyelesaikan CEPA," ujar Gita di kantornya, Jakarta, Kamis (26/9).

Advertisement

Sebagai gantinya, pemerintah meminta ada keleluasaan ekspor buat produk kelautan asal Indonesia. Gita mengatakan, ambisi Indonesia adalah memperbanyak ekspor produk ikan ke Korsel.

"Permintaan kita ke mereka terkait ekspor produk-produk ikan atau kelautan, karena mereka selama ini tertutup, mencoba melindungi petani dan nelayan dalam negerinya," ucapnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga ingin Korsel membebaskan ekspor produk hortikultura, khususnya buah-buahan. Terhadap permintaan itu, Gita mengklaim respons pemerintah Korea cukup positif atas permintaan Indonesia.

Advertisement

"Kelihatannya mereka bisa agak terbuka," ujarnya.

CEPA adalah perjanjian yang sudah dibicarakan sejak beberapa tahun terakhir oleh Indonesia dan Korsel. Tidak cuma perdagangan, kerja sama bilateral ini mencakup pula alih teknologi dan pelatihan sumber daya manusia.

Karenanya, Gita mengingatkan Korsel agar bersedia membuka lapangan kerja untuk buruh terampil asal Indonesia.

"Permintaan ketiga capacity building supaya orang Indonesia bisa belajar di sana, tapi juga siap bekerja di bidang profesional services, terutama pekerja yang skilled, bukan hanya yang un-skilled," paparnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.