Produk cokelat Indonesia diburu pengusaha Austria
Perusahaan distributor Austria menyampaikan minatnya akan cokelat Indonesia.
Produk cokelat Indonesia diminati pengusaha di Austria dalam acara Indonesian Chocolate Tasting yang digelar KBRI/PTRI Wina guna mempromosikan produk Tanah Air kepada kalangan industri. Acara ini berlangsung di Hotel Grand Sacher, Wina.
"Indonesian Chocolate Tasting bertujuan mempromosikan keunggulan kualitas cokelat Indonesia serta produk olahannya kepada kalangan industri dalam upaya mendorong peningkatan perdagangan Indonesia-Austria," ucap Minister Counsellor KBRI/PTRI Wina, Dody Kusumonegoro seperti ditulis Antara London, Jumat (12/2).
Acara ini juga dihadiri langsung Dubes RI untuk Republik Austria, Rachmat Budiman, serta dua pengusaha dari Indonesia yaitu Serlly Tedjoprawiro dan Tissa Aunilla.
Serlly Tedjoprawiro merupakan pemilik Teja Sekawan Cocoa Industries, perusahaan pengekspor produk olahan biji kakao berbasis di Surabaya. Sementara Tissa Aunilla merupakan pemilik Pipiltin Cocoa, produsen cokelat sekaligus pemilik toko Pipiltin Cocoa yang berbasis di Jakarta.
Undangan berasal dari berbagai kalangan seperti food distributor, produser cokelat, dan pengamat kuliner. Mereka semua memuji kualitas dan rasa cokelat yang disajikan, khususnya produk olahan dari biji kakao berasal dari Bali dan Flores yang memiliki cita rasa unik.
Salah seorang peserta Martin Juric dari Pommax Trading, perusahaan dan food distributor cokelat, menyampaikan minatnya akan produk cokelat Pipiltin Cocoa yang diolah dengan kelapa dan memuji kemasan cokelat yang dinilainya sangat bagus. Lebih jauh, dia juga menyarankan agar pengusaha cokelat Indonesia dapat melakukan disain khusus yang lebih personal mengakomodir kebutuhan pesanan dari perusahaan atau individu dalam penyajian cokelat untuk momen tertentu.
Berdasarkan statistik, Indonesia merupakan negara produsen cokelat terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Sementara Austria merupakan negara konsumen cokelat terbesar ketiga di dunia dengan jumlah 7,8 kg per kapita pertahun.
Konsumsi cokelat masyarakat Austria diperkirakan terus meningkat dan menuntut produk berkualitas tinggi, premium dan rasa yang unik. Hal ini merupakan suatu peluang besar bagi petani kakao dan pelaku industri cokelat di Indonesia untuk mempromosikan dan memasarkan produknya di Austria.
Baca juga:
Spanyol makin kepincut komoditas biji pala Sulawesi Utara
Murah dan berkualitas, TV rakitan Kusrin diburu mahasiswa yang kos
Kadin sesalkan untung produk Indonesia banyak 'dicuri' negara lain
Kisah Kusrin, dibui gara-gara tv hingga dipanggil Jokowi
Masyarakat Eropa lirik produk limbah kayu Indonesia
Kisah haru perjuangan Kusrin sang pembuat TV merek lokal