LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pria Bantul ini sulap sampah kaca jadi uang Rp 20 juta

Pria Bantul ini sulap sampah kaca jadi uang Rp 20 juta. Karya seni mozaik limbah kaca ini mampu menembus sejumlah pasar di beberapa negara seperti Brunei Darussalam, Timur Tengah, Australia, Jepang, Malaysia dan Thailand. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 10.000 hingga belasan juta Rupiah.

2017-01-09 10:48:18
UKM
Advertisement

Kerajinan mozaik seni dari daur ulang limbah kaca yang dikembangkan Suyanto Warga Dusun Semoyan, Singosaren, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mampu menembus pasar ekspor ke berbagai negara Asia dan Timur Tengah. Dari hasil karyanya, dia setidaknya meraup omzet Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per bulan.

"Karya seni mozaik limbah kaca ini mampu menembus sejumlah pasar di beberapa negara seperti Brunei Darussalam, Timur Tengah, Australia, Jepang, Malaysia dan Thailand," kata perajin seni mozaik limbah kaca Suyanto seperti dikutip dari Antara, Senin (9/1).

Menurut dia, bisnis daur ulang limbah kaca ini telah menjadi sebuah peluang usaha yang menjanjikan, yang tidak butuh modal besar. "Modalnya cukup keberanian untuk memulai dan kreativitas untuk menciptakan karya seni. Serpihan kaca limbah berbagai warna ini dapat dikreasikan dan dipadukan dengan berbagai pola tertentu menjadi berbagai karya seni yang indah dan bernilai ekonomi tinggi," katanya.

Dia mengatakan, limbah kaca diambilnya dari toko kaca, toko barang bekas dan tempat sampah. Kemudian, dia potong-potong untuk membentuk suatu pola karya seni yang indah. "Potongan-potongan kaca kecil-kecil tersebut dirangkai sesuai pola dan gambar yang kita inginkan, dengan menggunakan lem," kata pemilik Surya Citra Mozaik ini.

Suyanto mengatakan, gabungan dari serpihan kaca ini dikreasikan dalam bentuk kotak tisu, cermin, vas bunga, kap lampu, jam dinding, kaligrafi dan banyak lagi pola yang menarik. "Kita melihat limbah kaca kan bahan organik yang tak bisa busuk, kita inovasi, kita buat produk yang bisa bermanfaat nilai ekonomi dan fungsinya," katanya.

Dia mengatakan, usaha yang dirintisnya sejak 2010 ini terus mengalami permintaan dari tahun ke tahun. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 10.000 hingga belasan juta Rupiah tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

"Dalam proses pembuatannya memang dibutuhkan konsentrasi dan ketelitian sendiri. Untuk menyelesaikan satu buah karya biasanya membutuhkan waktu minimal tiga hari. Dengan dibantu istri, setiap bulan rata-rata ada 15 karya yang mampu dipasarkan," katanya.

Baca juga:
Pemerintah perkuat UKM lokal tangkal serbuan cangkul impor
Mau buka usaha alas kaki? Ini perhitungan modal dan keuntungannya
Kemenperin beri bantuan mesin untuk pelaku UKM korban gempa Aceh
Akhir tahun, PGN kebut penambahan pelanggan UKM di 9 kota
Menengok tempat produksi lilin altar di Malang
Pengusaha dorong UKM Indonesia tidak takut serbu pasar China
Apindo ajak UKM ikut Tax Amnesty agar tenang berbisnis

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.