Presiden SBY resmikan 6 proyek bandara senilai Rp 6,6 triliun
Peresmian dilakukan terpusat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kamis (27/3), meresmikan enam proyek pembangunan dan pengembangan bandar udara, yang dilakukan terpusat di Kualanamu, Sumatera Utara. Selain Kualanamu, lima proyek bandara lain yang diresmikan adalah Muara Bungo (Jambi), Pekon Serai (Lampung Barat), dan Pagar Alam (Sumatera Selatan).
Kemudian, dua pengembangan terminal masing-masing di Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang) dan Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru).
"Pembangunan dan pengembangan bandar udara di Indonesia memiliki arti strategis sebagai bagian dari peningkatan penyelenggaraan transportasi di Indonesia," ujar Plt Pusat Komunikasi dan informasi Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, di Medan.
Enam proyek tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 6,691 triliun. Anggaran tersebut berasal dari APBN, APBD dan PT Angkasa Pura II selaku operator bandara.
Berdasarkan data, jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi udara terus meningkat. Pada 2011, jumlah penumpang baik domestik maupun internasional tercatat sekitar 68.349.000 orang. Dua tahun kemudian meningkat menjadi sebesar 81.359.000 penumpang (2012) dan 85.176.000 penumpang (2013).
"Sejalan dengan meningkatnya pergerakan manusia, barang dan jasa melalui moda transportasi udara, Kementerian Perhubungan dan semua pihak yang terkait terus melaksanakan pembangunan dan pengembangan infrastruktur bandar udara yang dalam rangka menunjang konektivitas pelaksanaan MP3EI di semua koridor di seluruh tanah air," jelasnya.
Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, Daryanto mengungkapkan acara peresmian tersebut akan dihadiri oleh 700 undangan. Terdiri dari kepala daerah, pimpinan BUMN, anggota DPR-RI dan lain-lain.
Baca juga:
Kuala Namu, bandara internasional bertoilet tak terurus
Februari, SBY resmikan Bandara Kuala Namu
Tinjau Bandara Kualanamu, SBY naik Kereta ARS dari Stasiun Medan
Ani Yudhoyono kagum lihat kemegahan Bandara Kualanamu
PU sebut pembebasan lahan tol Kuala Namu tinggal 25 persen