LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Presiden Jokowi Klaim Insentif Pemerintah Berdampak Positif ke Pelaku Usaha

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia menggunakan momentum krisis akibat pandemi Covid-19 untuk melakukan reformasi struktural.

2020-11-19 14:27:10
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis kebijakan ekonomi Indonesia di masa pandemi akan berdampak positif dan memberikan insentif bagi pengusaha dan pelaku bisnis.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutannya di acara APEC CEO Dialogues 2020 yang diselenggarakan secara virtual, sebagaimana diunggah melalui video Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis (19/11).

"Saya yakin para pengusaha serta pelaku bisnis domestik dan internasional akan merasakan efek positif dari berbagai potensi dan insentif dari kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Indonesia di masa pandemi," ujar Presiden Jokowi.

Advertisement

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia menggunakan momentum krisis akibat pandemi Covid-19 untuk melakukan reformasi struktural.

"Secara extraordinary, kami membenahi regulasi yang ada, membenahi birokrasi yang ada. Agar dapat bergerak cepat melalui masa-masa yang sulit, sehingga siap membuka pintu seluas-luasnya bagi bussinessman dan bagi investor dengan cara-cara baru," ujar Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mengesahkan UU Omnibus Law Cipta Kerja sebagai upaya penyederhanaan regulasi secara besar-besaran dari 79 undang-undang menjadi satu undang-undang.

Advertisement

Presiden Jokowi mengundang para CEO dan pengusaha di kawasan Asia Pasifik untuk memanfaatkan peluang dari UU Omnibus Law yang baru saja disahkan.

Baca juga:
Sri Mulyani: Realisasi Anggaran PEN 55,5 Persen dari Total Pagu Rp695,2 Triliun
Kadin Apresiasi Langkah Pemerintah Tangani Kontraksi Ekonomi Akibat Pandemi
Sri Mulyani Sebut Ketersediaan Data Penting untuk Penyusunan Kebijakan
Per 11 November, Penyerapan Anggaran PEN Baru Rp386 Triliun dari Total Rp695 Triliun
Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Terus Berupaya Bangkitkan Sektor UMKM
Pemerintah Butuh Masyarakat Berbelanja Bantu Percepat RI Lepas Jerat Resesi Ekonomi

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.