LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Presiden Jokowi: Jangan lupakan konservasi energi

Jokowi menegaskan, jangan sampai Indonesia hanya berhasil membuat target yang visioner dan ambisius untuk energi baru.

2015-08-24 16:22:34
hemat energi
Advertisement

Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah telah menetapkan Kebijakan Energi Nasional melalui Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014. Pada kebijakan yang baru ini, jelas Jokowi, kontribusi energi baru ditingkatkan dari target sebelumnya sebesar 17 persen menjadi 23 persen pada tahun 2025.

"Saya berpesan sekali lagi agar seluruh pihak terkait, termasuk Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, BKPM, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten, bergotong royong bersama Menteri ESDM untuk menyusun langkah yang detail untuk merealisasikan target ini, terutama dengan penciptaan iklim investasi yang kondusif melalui regulasi dan insentif yang tepat," kata Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC) pekan lalu.

Dia menegaskan, jangan sampai Indonesia hanya berhasil membuat target yang visioner dan ambisius untuk energi baru, namun gagal melaksanakan langkah-langkah untuk merealisasikannya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga mengingatkan ada satu bidang penting yang tidak boleh kita lupakan, yaitu bidang konservasi energi.

"Konservasi energi merupakan upaya sistematis, terencana dan terpadu guna melestarikan sumber daya energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi pemanfaatannya," tambahnya.

Menurut dia, upaya ini pada dasarnya untuk mewujudkan sasaran penurunan intensitas energi primer sebesar 1 persen per tahun. "Konservasi energi dapat dikatakan sebagai 'hidden energy sources', karena sangat cost effective: menghemat 1 Kwh adalah jauh lebih murah dari pada memproduksi 1 Kwh energi," papar Jokowi.

Untuk menggalakkan konservasi energi, menurut dia, diperlukan sosialisasi yang masif terhadap pemahaman penghematan energi di berbagai kalangan sangat diperlukan, selain penguatan di sisi teknologi, standarisasi dan labelisasi.

"Untuk mewujudkan ini, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk memberikan insentif kepada perusahaan untuk dapat mengurangi konsumsi energinya tanpa mengurangi produktivitas. Kita sedang merancang insentif berupa pemberian bunga lebih murah untuk investasi di bidang efisiensi energi," ungkap Joko Widodo.

Lebih lanjut dia memaparkan, pemanfaatan Energi Terbarukan dan penerapan konservasi energi, merupakan hal yang akan sangat bermanfaat bagi Indonesia untuk mencapai sasaran ganda kita yaitu meningkatkan jaminan ketersediaan energi, mencapai kemandirian energi dan berkontribusi yang lebih besar dalam mengatasi masalah perubahan iklim.

"Saya yakin dengan bergotong-royong, bersatu dan bergandengan tangan, bekerja keras dan berikhtiar bersama, seberat apa pun permasalahan dan tantangan yang kita hadapi dalam pemanfaatan energi terbarukan dan penerapan konservasi energi akan dapat kita atasi. Semuanya itu akan menjadi modal bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa saat ini dan di masa mendatang," pungkasnya.

Baca juga:
Ekonomi melambat, Jokowi kumpulkan para menteri dan pengusaha swasta
Ical sebut menteri Jokowi tak kompak hadapi pelemahan ekonomi
Jakarta dan 4 daerah ini serapan anggarannya paling rendah
Presiden Jokowi bakal hapus 22 lembaga pemerintah non struktural
Bela Jokowi, pengusaha sebut ambruknya Rupiah sejak dipimpin SBY

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.