LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Presiden Jokowi dijadwalkan bakal reuni dengan alumni UGM

Ketua Panitia Reuni Kagama, Otto Hasibuan mengatakan, Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri kabinet kerja yang merupakan alumni UGM akan menghadiri reuni akbar ini pada 22 September 2018, mulai pukul 09.00 WIB.

2018-08-24 13:41:11
UGM
Advertisement

Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam reuni akbar keluarga besar alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) di Jakarta Convention Center pada 22 September 2018 mendatang.

Ketua Panitia Reuni Kagama, Otto Hasibuan mengatakan, Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri kabinet kerja yang merupakan alumni UGM akan menghadiri reuni akbar ini pada 22 September 2018, mulai pukul 09.00 WIB.

"Mereka antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri PU dan Gubernur Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Bahkan kita harapkan Presiden memberikan sambutannya," kata Otto Hasibuan seperti dikutip dari Antara, Jumat (24/8).

Advertisement

Reuni akbar ini mengambil tema Guyub kini dan nanti, artinya semua alumni harus selalu guyub selamanya. Otto menambahkan banyaknya alumni UGM yang berkiprah di berbagai sektor diharapkan dapat berbagi cerita dan pengalaman kepada junior mereka dalam temu alumni tahun ini.

"Kita harapkan para senior Kagama bisa lebih erat hubungannya dengan adik-adik kita sehingga tercipta jaringan yang sangat kuat untuk memajukan bangsa," tambahnya.

Dia mengatakan, tidak kurang dari 3.000 alumni akan hadir dan bersilaturahmi dalam acara tersebut.

Advertisement

Kesempatan ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh alumni untuk mengenang kembali masa-masa kuliah terlebih acara ini dihibur oleh grup band Padi dan artis lainnya.

Terkait dengan tahun politik, Otto mengimbau kepada seluruh anggota Kagama agar bisa menerima perbedaan pandangan dan pilihan politik.

Sebab, menurut dia, anggota Kagama harus menjadi pelopor perekat persaudaraan dan persatuan. "Kepada Kagama, saya imbau harus menerima perbedaan pilihan politik, kontestasi elektoral, sebagai keniscayaan. Kita harus jaga keniscayaan ini, dan buktikan pada masyarakat dan bangsa ini, kita sebagai anggota Kagama di manapun berada tetap, dan harus menjadi perekat persaudaraan dan persatuan," ujarnya.

Kagama, kata dia, juga harus bisa menunjukkan kepeloporan dalam menghadapi persoalan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan ketimpangan di mana semua itu adalah masalah bersama.

"Saya berharap Kagama tetap dan akan selalu menunjukkan kepeloporan, baik dalam menguatkan dan mengefektifkan peran negara, pemerintah, maupun dalam memperkuat solidaritas sosial, menggiatkan gotong royong dan mempromosikan kepatuhan, atau compliance, pada aturan dan tatanan yang sama-sama kita bangun," paparnya.

Baca juga:
Bertemu KWI, Jokowi bahas keragaman, perbedaan dan isu daerah
Bantah Prabowo temperamental, Gerindra sindir kubu Jokowi soal pemimpin mencla mencle
Idrus Marham tiba-tiba menghadap Jokowi ke Istana, bahas apa?
Hasto: Jokowi sendiri yang pilih ketua tim kampanye
Jokowi didesak umumkan hasil penyelidikan TPF pembunuhan Munir
Ingin bertemu Jokowi, Sandiaga mengaku telah bersurat ke Istana

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.