Pramugari harus dibekali latihan khusus hadapi ancaman bom di pesawat
Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib menilai petugas bandara dan pramugari mendapatkan pelatihan khusus cara menghadapi isu bom. Hal ini menyusul kasus candaan bom di pesawat Lion Air Bandara Supadio, Pontianak.
Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib menilai petugas bandara dan pramugari mendapatkan pelatihan khusus cara menghadapi isu bom. Hal ini menyusul kasus candaan bom di pesawat Lion Air Bandara Supadio, Pontianak.
"Petugas bandara maupun pilot dan pramugari harus dilatih khusus menghadapi situasi ancaman (teror bom) baik bercanda maupun serius," kata Ridwan saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (29/5).
Dia menambahkan, oknum penumpang tersebut harus mendapatkan sanksi yang setimpal dengan perbuatannya supaya bisa menjadi efek jera bagi yang lainnya.
"Perlu ada sanksi hukum yang tegas terhadap pelaku yang iseng bicara bawa bom di pesawat," ujarnya.
Sanksi tersebut, tidak hanya berupa sanksi berupa pelanggaran terorisme saja. Namun juga sanksi dari pelanggaran keselamatan penerbangan.
"Sanksi hukum tegas tentu tidak terkait dengan terorisme, tapi bisa juga dengan aturan lain misalnya Undang-Undang (UU) tentang penerbangan atau transportasi udara."
Sebelumnya, Frantinus Sigiri, mahasiswa penumpang Lion Air rute Pontianak- Jakarta masih diamankan petugas Avsec Bandara Supadio Pontianak gara-gara candaan membawa bom. Akibat ulahnya, penumpang terpaksa berhamburan keluar dari jendela darurat. Tidak kurang delapan penumpang terluka setelah nekat melompat dari sayap pesawat.
Peristiwa itu terjadi Senin (28/5) sekira pukul 18.30 WIB. Kabar adanya bom diutarakan Frantinus, saat berada di pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT687 rute Pontianak-Jakarta.
Baca juga:
Pemerintah tindak tegas pelaku candaan bom Lion Air
Bos Garuda belum putuskan membuka rute penerbangan di Kertajati
Libur Lebaran, Garuda Indonesia tambah frekuensi penerbangan
Penerbangan internasional Bandara Husein Sastranegara dialihkan ke Bandara Kertajati
Bos AirAsia belum tertarik buka penerbangan dari dan ke Bandara Kertajati