Pramugari cantik pilih bertahan di Merpati meski tak digaji
Kondisi seperti ini bukan kali pertama terjadi. Bedanya, kali ini kondisi Merpati benar-benar kronis.
Salah satu pramugari PT. Merpati Nusantara Airlines (MNA), Vivi Arita (40) memilih bertahan di perusahaan meskipun hingga kini belum menerima gaji. Alasannya satu, dia mengaku loyal pada perusahaan.
"Saya sih bertahan karena kenyamanan ya, meski dari financial pasti beda-beda tipis. Tapi di sini itu kekeluargaannya erat," ujar Vivi di Kantor Merpati, Jakarta, Jumat (7/2).
Vivi mengaku kondisi seperti ini bukan kali pertama terjadi. Bedanya, kali ini kondisinya benar-benar kronis hingga tak sanggup membayar gaji pegawai.
"Dulu pernah kayak gini, tapi gaji tetep dibayarkan. Dulu paling tiap dua minggu off," ucapnya.
Karena belum menerima gaji, perempuan asal Padang, Sumatera Barat yang masih melajang ini mengaku harus menggunakan tabungan untuk membiayai hidup sehari-hari selama belum mendapatkan gaji.
"Harus kerja dengan tabungan berpikir positif. Kalau dipikir logika secara normal kurang. Ini hal-hal penantian yang lelah," ucapnya.
Dia menginginkan maskapai penerbangan pelat merah ini tetap hidup dan bisa kembali terbang tinggi. "Ya Merpati tetep hidup. Kalau tutup ya ada pesangon dibayar pemerintah," katanya.
Vivi yang sudah mengabdikan diri selama 20 tahun di Merpati mengaku, jajaran direksi selalu memberikan surat pemberitahuan mengenai kondisi perusahaan melalui surat elektronik. Bahkan, motivasi agar pegawai dan karyawan bersabar menunggu kebangkitan maskapai penerbangan perintis ini.
"Paling pemberitahuan via email dari Divisi awak kabin juga ada, dari direktor operasional juga ada," ungkapnya.
(mdk/noe)