LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Praktisi: 'Beternak' properti, cara sehat investasi

Harga properti saat ini sudah tidak wajar lantaran banyak orang membelinya sebagai lahan investasi.

2014-12-13 14:24:00
Properti
Advertisement

Praktisi sekaligus inspirator investasi Ryan Filbert mengatakan harga properti saat ini melonjak tidak wajar. Ini lantaran banyak orang membeli rumah sebagai lahan investasi demi mengeruk keuntungan di masa depan.

"Banyak orang yang membeli properti untuk meraih keuntungan belaka. Itu yang menyebabkan harga properti saat ini tidak terkendali," kata Ryan Filbert, seperti dikutip Antara, Sabtu (13/12).

Dia mengilustrasikan, seorang pemilik dana Rp 10 miliar bisa memiliki 10 properti, masing-masing seharga Rp 1 miliar. Namun, properti itu bukan untuk digunakan sendiri, melainkan dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Advertisement

Contoh lain, sebuah perusahaan properti bisa menjual bangunan belum jadi, sehingga menghasilkan omset sekitar Rp 2 triliun per hari. "Itu euforia judi," katanya.

"Akibatnya, kita mau membeli rumah, jadinya nggak mampu karena daya beli kita nggak sesuai dengan daya beli orang-orang yang membeli properti untuk dijual kembali," ujarnya.

Dia melihat bahwa penawaran properti berharga tinggi tanpa diimbangi permintaan cukup bakal berujung pada anjloknya harga properti tersebut.

Advertisement

Ryan mencontohkan beberapa daerah yang harga propertinya saat ini mengalami penurunan. Seperti, Puncak (Jawa Barat), Tangerang (Banten), Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

"Hal ini karena harga demand-nya nggak cocok. Demand-nya di harga Rp2 miliar tapi harga jualnya mencapai Rp4 miliar. Tidak ketemu harganya," kata dia.

Dia menyarankan masyarakat untuk berinvestasi properti secara sehat. Salah satu caranya, "beternak" properti.

Artinya, orang membeli properti dan menyewakannya kepada pihak lain. Uang sewa tersebut dikumpulkan untuk membeli properti berikutnya.

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.