PP Muhammadiyah: Transaksi jual beli jabatan PNS capai Rp 44 triliun
PP Muhammadiyah menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, PP Muhammadiyah melaporkan adanya jual beli jabatan di Aparat Sipil Negara (ASN) yang berpotensi hingga Rp 44 triliun. akta temuan hasil riset Madrasah Antikorupsi Pemuda tentang praktik rente jabatan ASN.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, PP Muhammadiyah melaporkan adanya jual beli jabatan di Aparat Sipil Negara (ASN) yang berpotensi hingga Rp 44 triliun.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan fakta temuan hasil riset Madrasah Antikorupsi Pemuda tentang praktik rente jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Ada potensi jual beli jabatan dengan jumlah transaksi sebesar Rp 44 triliun," kata Dahnil ke Jokowi seperti dilansir Setkab, Selasa (21/2).
Menurut Dahnil, dalam riset yang dilakukan di sepuluh kabupaten/kota, ditemukan adanya potensi jual beli jabatan ASN mulai dari Rp 400 juta sampai dengan Rp 1 miliar.
Terhadap laporan hasil riset itu, Dahnil menjelaskan Presiden Jokowi serius menanggapinya. Jokowi, lanjut Dahnil, berkomitmen untuk terus melawan praktik korupsi dan pungutan liar.
"Jadi kawan-kawan sekalian, pada prinsipnya Pak Jokowi ingin melawan itu," tegasnya.
Dalam pertemuan itu juga membicarakan sejumlah isu-isu kebangsaan yang menjadi perhatian banyak pihak. Di antaranya adalah masalah integritas, yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia.
Menurut Dahnil, sesungguhnya banyak orang cerdas di bidangnya masing-masing di Indonesia. Namun, dari sekian banyak tersebut masih sedikit sekali ditemukan orang yang berintegritas.
"Kami menitipkan tentu poin visi antikorupsi yang terus harus dirawat oleh Pak Jokowi," kata Dahnil.
Selain itu, PP Pemuda Muhammadiyah turut mengundang Presiden Jokowi untuk hadir dalam agenda yang diselenggarakan oleh PP Pemuda Muhammadiyah bersama dengan kelompok-kelompok keagamaan lainnya. Agenda tersebut rencananya akan dilakukan dengan menggelar kegiatan bersih-bersih rumah ibadah.
"Bersih-bersih rumah ibadah tanggal 28 Februari nanti itu, salah satunya di gereja di Jakarta ini. Ini programnya Pemuda Muhammadiyah yang sudah berlangsung selama satu tahun ini," pungkasnya.
Baca juga:
ICW temukan 47 persen ASN 'hobi' mark up pengadaan barang & jasa
Dianggap tak netral di Pilkada, begini penjelasan PNS di Yogyakarta
Tertangkap nyabu, camat dan lurah di Tanjung Balai langsung dicopot
Ketua Panja tegaskan honorer diangkat jadi PNS tak ada kenaikan APBN
Ketua Panja revisi UU ASN berdalih ingin lindungi tenaga honorer
Fitra tolak revisi UU ASN karena lemahkan pengawasan terhadap PNS
Tunjangan PNS malas kena sunat sampai 100 persen