Potensi pasar gede, Garuda ambil alih perawatan KRL
80 Persen perbaikan motor penggerak, saat ini masih dikirim ke luar negeri.
Garuda Maintenance Facility Aeroasia untuk pertama kalinya mengerjakan perawatan Kereta Rel Listrik (KRL). Selama ini anak usaha Garuda Indonesia hanya mengerjakan perbaikan pesawat. Saat ini, perusahaan perawatan kereta api terutama KRL yang masih jarang di Indonesia.
Direktur utama Richard Budihadianto mengungkapkan melihat potensi di luar perawatan pesawat, maka pihaknya mengembangkan perawatan di industri komponen motor penggerak seperti mesin, generator dan mesin listrik.
"Potensi industri perawatan kereta api itu besar sekali karena permintaanya nya besar sekali. Kita berusaha mengembangkan kapasitas dan kapabilitas dari ini," kata Richard di KCJ, Jakarta, Rabu (18/6).
Kemampuan dalam negeri masih belum cukup untuk mengerjakan perawatan atau perbaikan komponen motor penggerak. Sebab, 80 persen masih dikirim ke luar. "Maka kita memberanikan diri mengambil bagian di bidang ini."
Untuk melakukan perawatan di motor penggerak menggunakan konsep seperti yang diterapkan dalam pesawat. Oleh karenanya, dia berharap kontrak kerjasama ini dapat berlanjut hingga bertahun-tahun. "Kami tetap menggunakan konsep perawatan pesat terbang dan mesin. Menggunakan konsep dan prosedur baik itu industri mesin motor listrik," katanya.
(mdk/arr)