LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Potensi jadi kekuatan ASEAN tapi infrastruktur RI masih kurang

Pemerintah getol bangun infrastruktur penghubung di seluruh wilayah Indonesia terutama di wilayah Timur Indonesia.

2015-11-04 13:12:32
infrastruktur
Advertisement

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengakui infrastruktur saat ini masih belum memadai. Padahal, Indonesia bakal menjadi pasar yang menjanjikan jelang pasar bebas ASEAN.

"Indonesia akan menjadi potensi pasar di ASEAN, hanya infrastruktur yang belum memadai," ujar Basuki dalam pembukaan Indonesia Infrastructure Week 2015 di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (4/11).

Basuki menegaskan pemerintah tengah getol membangun infrastruktur penghubung di seluruh wilayah Indonesia terutama di wilayah Timur Indonesia.

Advertisement

"Hasil survey di Kalimantan dan Papua yang sangat diharapkan adalah transportasi. Itu akan kita jawab bahwa Trans-Papua sekitar 4.000 km sampai dengan tahun 2018 nanti," kata Basuki.

Infrastruktur penghubung juga bakal dibangun di Perbatasan Papua-Papua Nugini, perbatasan Timor Leste dan NTT dan perbatasan di Kalimantan sepanjang 1.672 meter yang akan dihubungkan dari Aruk, Kalimantan Barat sampai Long Midang, Kalimantan Utara yang ditargetkan selesai tahun 2018.

"Kita akan mengembangkan kawasan perbatasan dan jalannya dan tolnya," imbuhnya.

Advertisement

Tak hanya itu, lanjut Basuki, kawasan Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) juga akan dimodernisasi dan diperbaiki sehingga menjadi layak disebut Pintu Lintas Batas Negara. "Karena saat ini sangat tidak layak. Itu pun akan kita fokuskan di sana dengan 4 lajur median di tengah. Jadi kaya jalan tol nanti antara Long Midang, kemudian di Entikong akan kita kerjakan semua," tegas Basuki.

Kementerian PUPR juga akan segera menyelesaikan jalur tol Trans-Sumatera secara bertahap. Menurut Basuki, jalur dari Merak-Bakauheuni-Palembang-Tanjung Api-api sedang dalam tahap pengerjaan dan akan ditinjau oleh Preside Joko Widodo. Jalur tol Trans-Sumatera yang juga akan dikebut adalah jalur Medan-Binjai-Tebing Tinggi-Banda Aceh.

"2.600 km jalan nasional akan kita bangun, minimal 1.000 km jalan tol, jalan tol Trans Jawa akan kita selesaikan. Alhamdulilah menurut catatan kami pada akhir tahun 2018-2019 kita akan mempunyai tambahan 1060 km jalan tol. Kalau dibanding 40 tahun terakhir hingga 2014, kita hanya punya 840 km jalan tol, jadi 5 tahun ke depan kita akan punya tambahan 1.060 km jalan tol," ungkap Basuki.

Selain pembangunan jalan, Kementerian PUPR juga memasukkan bendungan dalam skala prioritas dalam 5 tahun ke depan.

"Bendungan akan kita selesaikan, baru 49 bendungan sampai menyelesaikan 16 tahun ini, jadi kita akan lebih punya 65 bendungan baru tambahan, tambahan dari 231 bendungan yang ada sekarang ini. Karena tanpa bendungan, yang sekarang sudah tanam padi, maka kita tidak bisa mengatur irigasi yang baik dan daerah kekeringan pasti di luar sistem bendung," tutur Basuki.

Hadir pula, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang bakal membuka acara Indonesia Infrastructure Week 2015.

Baca juga:
Kadin puji Jokowi lebih royal belanja infrastruktur dibanding SBY
Mimpi JK: Orang Indonesia minum melalui pipa air
Menkeu Bambang prediksi KemenPU-Pera paling cepat serap anggaran
RI-Finlandia sepakati kerjasama di bidang energi dan infrastruktur
KPPU dan Kadin sepakat ciptakan iklim persaingan sehat
OJK sebut pasar perbankan di India sangat besar

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.