LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Posisi Investasi Internasional Indonesia Merosot di Kuartal-I 2021

Bank Indonesia (BI) mencatat, Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia merosot pada kuartal I-2021. PII Indonesia awal tahun mencatat kewajiban neto USD268,6 miliar atau setara 25,3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

2021-06-25 16:02:13
Investasi
Advertisement

Bank Indonesia (BI) mencatat, Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia merosot pada kuartal I-2021. PII Indonesia awal tahun mencatat kewajiban neto USD268,6 miliar atau setara 25,3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Posisi itu menurun dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir kuartal IV-2020 yang tercatat sebesar USD 281 miliar atau setara 26,5 persen PDB. PII merupakan statistik yang menunjukkan nilai aset dan kewajiban finansial Indonesia terhadap bukan penduduk dalam suatu titik waktu tertentu.

"Penurunan kewajiban neto tersebut disebabkan oleh penurunan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang diiringi oleh peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6).

Advertisement

Erwin menjelaskan, penurunan posisi KFLN Indonesia didorong oleh nilai instrumen keuangan domestik yang menurun. Posisi KFLN Indonesia pada akhir kuartal I-2021 menurun 1 persen dari USD685,5 miliar pada kuartal IV-2020 menjadi USD678,6 miliar.

"Penurunan posisi KFLN tersebut terutama disebabkan oleh faktor revaluasi atas nilai instrumen keuangan domestik berdenominasi rupiah seiring dengan penguatan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah," jelas Erwin.

Sementara untuk posisi AFLN Indonesia meningkat terutama didorong oleh peningkatan transaksi aset dalam bentuk cadangan devisa dan investasi lainnya. BI mencatat, posisi AFLN pada akhir kuartal I-2021 tumbuh 1,4 persen, dari USD404,5 miliar menjadi USD410 miliar.

Advertisement

Peningkatan posisi AFLN tertahan oleh faktor revaluasi akibat penguatan dollar AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia dan penurunan harga beberapa aset luar negeri dalam bentuk surat utang. "Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan I-2021 tetap terjaga dan mendukung ketahanan eksternal," tandas Erwin.

Baca juga:
Tertarik Investasi Kripto, Perhatikan Dulu 5 Hal ini
Pemain Kripto Mesti Waspadai Pemulihan Ekonomi, ini Alasannya
Ini Ancaman dan Peluang Investasi Kripto
Luhut Minta Weda Bay Bangun Politeknik di Halmahera Tengah
Lonjakan Kasus Covid-19 Diperkirakan Pengaruhi Pasar SBN RI
Cetak Sejarah, Swiss Masuk 5 Investor Terbesar Indonesia di Awal 2021

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.