Populasi sapi serta kerbau di Maluku dan Papua minim
Populasi sapi dan kerbau di dua daerah itu hanya mencapai 286,80 ribu ekor.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah sapi dan kerbau per tanggal 1 Mei sebanyak 14,24 juta ekor. Populasi sapi terdiri dari sapi potong sebanyak 12,69 juta ekor, sapi perah 0,44 juta ekor dan kerbau 1,11 juta ekor.
Kepala BPS Suryamin mengatakan Maluku dan Papua merupakan wilayah dengan jumlah populasi sapi dan kerbau paling sedikit di Indonesia. Populasi sapi dan kerbau di sana mencapai 286,80 ribu ekor atau hanya 2,01 persen dari total populasi di Indonesia.
Sementara, sapi dan kerbau terbanyak berada di provinsi Jawa Timur dengan jumlah 3,84 juta ekor. Sedangkan, provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi yang memiliki jumlah sapi dan kerbau paling sedikit yakni sebanyak 500 ribu ekor.
"Secara umum populasi sapi dan kerbau terbesar berada di Pulau Jawa sebanyak 6,53 juta ekor, disusul Pulau Sumatera sebanyak 2,91 juta ekor, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 2,14 juta ekor," ujar Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (2/12).
Populasi sapi di Jawa Timur sendiri terdiri dari sapi potong dan sapi perah dengan masing-masing berjumlah 3,59 juta ekor dan 229,91 ribu ekor.
"Provinsi yang sama sekali tidak terdapat sapi perah adalah kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Papua Barat," jelasnya.
Populasi kerbau, lanjutnya, paling banyak terdapat di Nusa Tenggara Timur berjumlah 133,12 ribu ekor. Namun, di Sulawesi Utara sama sekali tidak memiliki populasi kerbau.
Padahal, Indonesia menargetkan swasembada sapi beberapa tahun mendatang. Pemerintah bertekad untuk menyalip Australia sebagai negara produsen sapi. Ini sejalan dengan upaya swasembada sapi untuk Indonesia.
Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, mengatakan pihaknya tengah mengembangkan sapi unggulan dalam upaya mewujudkan swasembada daging sapi.
(mdk/bim)