LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. RIIL

PLTU Dinilai Bukan Biang Kerok Tingginya Polusi di Jakarta

PLTU kerap dianggap sebagai penyebab tingginya polusi udara di Jakarta.

Senin, 04 Sep 2023 13:17:00
pltu
PLTU Dinilai Bukan Biang Kerok Tingginya Polusi di Jakarta (merdeka.com)
Advertisement

Ada beberapa PLTU di sekitar Jakarta, salah satunya PLTU Suralaya di Cilegon, Banten.

PLTU Dinilai Bukan Biang Kerok Tingginya Polusi di Jakarta

Kualitas udara di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Depok) pada Sabtu (2/9/2023) hingga pukul 11.00 WIB dilaporkan sebagai kualitas udara yang terburuk bila dibanding dengan kondisi sepanjang Agustus lalu.

Situs IQAir.com, menunjukkan indeks kualitas udara wilayah Jakarta sebesar 168 (tidak sehat) dan konsentrasi Particulate Matter (PM) 2.5 mencapai 19,3 kali nilai panduan kualitas udara tahunan dari World Health Organization (WHO).

Peneliti Lingkungan Puji Lestari menegaskan, bukan PLTU yang menjadi penyebab polusi udara Jakarta. Hal ini khususnya PLTU Suralaya yang berlokasi di Cilegon, Banten.

"Jika dilihat dari hasil penelitian, kondisi meteorologi menjadi faktor besar yang mempengarugi polusi udara di Jakarta saat ini. Pada bulan Agustus dan saat ini, emisi PLTU tidak mengarah ke Jakarta. Arah angin menuju ke barat dan barat daya. Bukan ke timur atau arah menuju Jakarta," katanya ditulis Senin (4/9/2023).

Merdeka @2023

Advertisement

Puji mengatakan hal tersebut setelah melakukan kunjungan ke PLTU Suralaya di Banten pada Jumat (1/9/2023). Diketahui, beberapa pembangkit PLTU Suralaya dalam posisi mati/shutdown sejak 29 Agustus 2023.

Menurut Puji, pengelolaan PLTU Suralaya sudah memenuhi aturan yang ditetapkan Pemerintah, terutama dalam mengelola emisi yang dihasilkan.

Pengelolaan PLTU yang menghasilkan listrik tidak kurang dari 3.000 MW itu sudah sangat bagus.

Saat ini, paparnya, terkait dengan ramai-ramai polusi udara di Jakarta perlu diketahui bahwa penyebab utamanya adalah sektor transportasi.

Advertisement

"PM 2.5 di Jakarta banyak dihasilkan oleh kendaraan bermotor, terutama kendaraan berat/heavy duty vehicle," tutur dia.

Saat ini, Puji mengatakan banyak PLTU yang sudah bagus dalam menerapkan penggunaan alat pengendali polusi udara.

Seperti halnya, pemasangan Electrostatic Precipitator (ESP) dan Low Nox Burner serta alat pemantau emisi Continuous Emission Monitoring System (CEMS). Pemasangan teknologi ESP dan CEMS sudah diterapkan seperti PLTU Suralaya.

Advertisement

"Jika dipasang ESP, emisi sangat sedikit sekali dan terpantau pada CEMS," kata Puji.

Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com

Berita Terbaru
  • Waspada Perubahan Cuaca, BMKG Sebut 17 Wilayah RI Berpotensi Hujan Ringan
  • Cara Efektif Menambah Berat Badan dengan Cepat dan Tetap Sehat
  • Deliana Siahaan Tutup Usia, Sosoknya Dikenang Lewat Sinetron Dunia Terbalik
  • Belajar dari China, Indonesia Perkuat Program Pengentasan Kemiskinan
  • 5 Potret Mushola Semi Outdoor dan Area Cuci Rumah Titi Kamal, Minimalis Modern dan Bikin Betah
  • pltu
  • polusi
  • polusi jakarta
  • polusi udara
Artikel ini ditulis oleh
Editor Siti Nur Azzura
S
Reporter Siti Nur Azzura
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.