PLTU Cirebon unit II ditarget beroperasi 2022
Saat ini proses pembangunan sudah mencapai 12,7 persen. Heru mengungkapkan, target pengerjaan pembangkit mengalami perubahan dari yang awal ditargetkan pada 2021. Hal ini diakibatkan adanya gugatan hukum pada Desember 2017 terkait izin lingkungan. PLTU Cirebon Unit II menggunakan teknologi ultra super critica.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon Unit II Expansion berkapasitas 1.000 Mega Watt (MW) ditargetkan beroperasi pada April 2022. Saat ini proses pembangunan sudah mencapai 12,7 persen.
Presiden Direktur PT Cirebon Energi Prasaran, Heru Dewanto, mengatakan saat ini pembangunan PLTU Cirebon Unit II Ekspansion sudah masuk dalam tahap konstruksi, berupa pemadatan lahan untuk bangunan pembangkit proses tersebut diperkirakan memakan waktu 1 tahun.
"Proses pembangunan sudah masuk konstruksi, sebesar 12,7 persen," kata Heru, di Jakarta, Jumat (4/5).
Menurut Heru, pengerjaan pembangunan PLTU tersebut memakan waktu 51 bulan dari penyelesaian keuangan pada November 2017, dengan begitu diperkirakan dapat beroperasi komersial pada April 2022. "Mudah-mudahan masa konstruksi bisa lancar dan selesai tepat waktu dengan kualitas yang diharapkan," ujarnya.
Heru mengungkapkan, target pengerjaan pembangkit mengalami perubahan dari yang awal ditargetkan pada 2021. Hal ini diakibatkan adanya gugatan hukum pada Desember 2017 terkait izin lingkungan. Namun permasalahan tersebut telah selesai, dengan ditolaknya gugatan tersebut oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 2 Mei 2018.
"Akhirnya, majelis hakim PTUN Bandung menyatakan menolak gugatan Walhi dan mempertahankan izin lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut," tutur Heru.
Heru mengungkapkan, PLTU Cirebon Unit II Expansion menggunakan teknologi ultra super critica, yang mampu menekan konsumsi batubara hingga 3 persen. Dengan kapasitas 1.000 Mega Watt (MW) mengkonsumsi 3,2 juta ton per tahun dengan kalori 4.500 kkal per kilo gram (kg).
"Jadi teknologi ini bertumpu pada tekanan dan suhu yang sangat tinggi dan ini bisa meningkatkan efisiensi pembangkit listrik. Dengan efisiensi ini artinya untuk menghasilkan energi yang sama dibutuhkan lebih sedikit bahan bakar lebih sedikit batu bara," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Kehadiran PLTU ramah lingkungan terkendala keseriusan pemerintah
Wisma PLTU di Gorontalo terbakar
Anak usaha PT PP bangun PLTU Meulaboh di pertengahan 2018
Bappenas fasilitasi pembangunan PLTU Meulaboh oleh swasta
PLTU tak lagi dibangun, ini cara pemerintah penuhi kebutuhan listrik di Jawa
ESDM tetapkan harga jual batubara untuk PLTU sebesar USD 70 per metrik ton
Investor asal Korea tertarik bangun PLTU di Bangka Belitung