PLN tak masalah Pertamina setop pasokan uap PLTP Kamojang
Sebab, perusahaan setrum tersebut masih bisa memasok listrik ke masyarakat lewat sistem interkoneksi Jawa-Bali.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tak masalah jika Pertamina menyetop pasokan uap untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang I, II, dan III berkapasitas 130 megawatt. Sebab, perusahaan setrum tersebut masih bisa memasok listrik ke masyarakat lewat sistem interkoneksi Jawa-Bali.
"Listrik Jawa-Bali itu ada 30 persen cadangan. Bagi PLN bukan masalah listriknya. Kalau Kamojang dipadamkan tidak ada masalah bagi PLN karena kita ada cadangan lebih dari 3 ribu MW. Apa artinya 130 MW? Tidak ada," kata Direktur Konstruksi dan Energi Baru Terbarukan PLN Nasri Sebayang, Jakarta, Kamis (7/1).
Hanya saja, penghentian pasokan uap itu mengganggu upaya PLN mengembangkan panas bumi. Itu untuk menggeser dominasi batu bara sebagai energi primer pembangkit listrik di Tanah Air.
"Kami hargai ini energi baru terbarukan. Tidak pakai bahan bakar. Kami mesti kembangkan. Cuma pada tarif yang sama-sama dapat terima dengan baik," imbuhnya.
PLN meminta harga uap untuk PLTP Kamojang sebesar USD 4 sen per kilowatt hour (kwh). Sementara, Pertamina selaku pemasok memasang harga USD 9,5 sen per kwh. Saat ini, harga masih berlaku sekitar USD 6,2 sen per kwh.
Nasri yakin negosiasi yang buntu ini bisa diselesaikan Kementerian BUMN.
Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan pihaknya telah menawarkan agar masa kesepakatan interim harga jual uap sebesar USD 6,2 sen per kwh kembali diperpanjang. Seiring itu, PLN dan Pertamina bisa kembali melanjutkan negosiasi harga sesuai ketentuan berlaku.
Pertamina meminta PLN merespon penawaran itu selambatnya akhir Januari. Jika tidak, per 1 Februari, Pertamina akan menghentikan pasokan uap untuk PLTP Kamojang.
Baca juga:
PLN-Pertamina belum sepakat harga uap untuk PLTP Kamojang
Kisruh harga jual uap PLTP, pemerintah panggil PLN dan Pertamina
Hampir 2 pekan listrik di Tanjung Balai Karimun suka 'byar pet'
Keselamatan penerbangan, INACA klaim maskapai RI alami kemajuan
Pelindo IV tambah rute pengapalan langsung ke Korea dan Jepang
KAI bakal pasang tarif untuk barang bawaan lebih dari 20 kilogram