PLN Percepat Proyek Elektrifikasi Kereta Malaysia, Harumkan Nama Bangsa
PLN Group, melalui anak usahanya, berhasil merampungkan proyek elektrifikasi kereta Malaysia lebih cepat dari jadwal, menunjukkan kapabilitas global dan kontribusi nyata Indonesia dalam infrastruktur rendah karbon.
PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Nusantara Power (PLN NP) dan anak usahanya PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Mereka berhasil menyelesaikan dua titik proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia lebih cepat dari target yang ditetapkan. Pencapaian ini menegaskan komitmen PLN dalam mendukung infrastruktur transportasi rendah karbon di Asia Tenggara.
Dua titik yang berhasil dirampungkan tersebut adalah Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan, yang selesai 15 hari lebih awal dari jadwal. Selain itu, FS 09 di Jambu Rias, Pahang, juga mencatat percepatan signifikan dengan rampung satu bulan lebih cepat dari target. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kapabilitas dan profesionalisme PLN Group di tingkat global.
Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa capaian ini merupakan wujud konkret transformasi dan ekspansi global PLN. Ini juga menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Proyek ini sekaligus menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam mendukung kemajuan regional.
Peran Strategis PLN dalam Proyek Elektrifikasi Kereta Malaysia
PLN Group terlibat aktif dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) untuk proyek ECRL. PLN NP bertanggung jawab dalam pengadaan peralatan utama yang krusial bagi sistem elektrifikasi. Sementara itu, PLN NPC berperan vital dalam pengadaan peralatan pendukung, pelaksanaan konstruksi, dan komisioning.
Secara keseluruhan, PLN Group mengerjakan empat dari total sepuluh Feeder Station dalam proyek ECRL. Titik-titik tersebut meliputi FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini sendiri dimulai pada Juni 2024 dengan target penyelesaian keseluruhan pada Juni 2026.
Pengalaman PLN NPC yang lebih dari dua puluh tahun di bidang pembangkitan dan transmisi menjadi fondasi kuat. Direktur Utama PLN NPC, Djarot Hutabri, menegaskan bahwa pengalaman ini sangat mendukung pengerjaan proyek elektrifikasi ECRL. Hal ini memastikan standar tinggi dan keandalan dalam setiap tahapan pekerjaan.
PLN NPC siap melaksanakan desain dan pembangunan untuk elektrifikasi Feeder Station ECRL secara komprehensif. Ini mencakup pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi Overhead Transmission Line (OHL), dan Underground Cable sepanjang tiga kilometer. Berbagai pekerjaan pendukung lainnya juga dilaksanakan untuk menjamin proyek selesai tepat waktu dan sesuai standar global.
Apresiasi dan Dampak Positif Elektrifikasi Kereta Malaysia
Penyelesaian proyek yang lebih cepat dari target waktu yang ditentukan mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan menyampaikan pujian. Mereka mengakui komitmen dan kesungguhan PLN dalam menyelesaikan proyek ini dengan cepat dan berkualitas.
Head Project Management Office TNB, Azreen Bin Othman, mengungkapkan bahwa koneksi dari Pencawang Masuk Utama Tunjung hingga FS 01 dan FS 09 sangat krusial. Keberhasilan PLN merampungkan bagian ini lebih awal dari target adalah pencapaian membanggakan. Ia berharap kinerja luar biasa ini dapat berlanjut pada proyek-proyek berikutnya.
ECRL sendiri merupakan proyek kereta listrik jalur ganda sepanjang 665 kilometer yang sangat strategis. Proyek ini akan menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan. Dengan sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik, ECRL diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ per tahun setelah beroperasi pada 2027.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menambahkan bahwa penyelesaian lebih cepat ini membuktikan kapabilitas perusahaan Indonesia. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa perusahaan dalam negeri mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara.
Sumber: AntaraNews