PLN lanjutkan pembangunan PLTU Gorontalo
Pembangkit tersebut merupakan bagian dari pembangunan pembangkit percepatan 10.000 MW.
PT PLN (Persero) telah berkomitmen untuk meneruskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Gorontalo 2x25 megawatt (MW) atau yang dikenal sebagai PLTU Anggrek.
Pembangkit tersebut merupakan bagian dari Program Percepatan 10.000 MW Tahap I dan ditargetkan sudah dapat dioperasikan pada 2014. "Sebelumnya pembangunan PLTU Anggrek sempat terhenti karena kontraktor pelaksana tidak perform dan ada hambatan sosial di lapangan (masalah tanah)," ujar Direktur Utama Nur Pamudji dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (16/11).
Nur menegaskan saat ini kapasitas terpasang listrik di Gorontalo sekitar 45 MW. Sedangkan kebutuhan beban puncak sekitar 55 MW sehingga masih kekurangan sekitar 10 MW. Namun, karena Gorontalo sudah masuk ke dalam sistem jaringan Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) maka kekurangan tersebut bisa terpenuhi oleh sistem.
Jika nanti PLTU Anggrek telah beroperasi maka kondisi kelistrikan Gorontalo akan sangat kuat. "Bila PLTU Anggrek telah beroperasi kebutuhan energi listrik masyarakat Gorontalo akan tercukupi. Bahkan bisa mengirim energi listrik ke wilayah lain seperti Toli-Toli," katanya.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berjanji, pihaknya akan mendukung segala hal yang diperlukan PLN dalam membangun energi listrik di provinsi Gorontalo, termasuk pembangunan PLTU Anggrek. Pasalnya, Provinsi Gorontalo memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi. Sedangkan infrastruktur, termasuk energi listrik masih terbatas. Akibatnya investor masih enggan menanamkan modal di Gorontalo. "Dengan dibangunnya pembangkit-pembangkit listrik, kami berharap para investor bergairah menanamkan modal di sini," kata Rusli.
(mdk/rin)