PLN Disjaya target 1.000 SPLU terpasang hingga akhir 2017
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) tercatat sudah memasang 924 Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang tersebar di seluruh wilayah kerja PLN Disjaya. Pemasangan SPLU ini sekaligus untuk mendukung perkembangan mobil listrik di Tanah Air.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) tercatat sudah memasang 924 Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang tersebar di seluruh wilayah kerja PLN Disjaya. Pemasangan SPLU ini sekaligus untuk mendukung perkembangan mobil listrik di Tanah Air.
General Manager PLN Disjaya, Ikhsan Asaad, mengatakan SPLU atau charging station ini nantinya bisa digunakan untuk mengisi ulang kendaraan listrik
"Kita menargetkan pemasangan 1.000 SPLU hingga akhir tahun 2017 nanti," katanya dikutip dari keterangannya, Kamis (14/12).
Untuk mencapai target tersebut, PLN Disjaya menggandeng BMW Group Indonesia, yang merupakan perusahaan teknologi kendaraan premium yang memiliki kesamaan komitmen dan dukungan dalam mengembangkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik.
"Dengan dukungan penuh dari BMW Group Indonesia, PLN Disjaya akan terus mengembangkan teknologi SPLU mengikuti perkembangan teknologi kendaraan listrik yang semakin maju dan canggih," jelasnya.
Dalam memudahkan pengguna kendaraan listrik dalam mencari SPLU, seluruh lokasi SPLU yang sudah terpasang, dapat dicari melalui Google Maps dengan kata kunci SPLU PLN serta juga dapat dicari pada fitur aplikasi PLN Mobile yang dapat diakses melalui gadget berbasis Android maupun IOS.
Baca juga:
PLN sabet dua penghargaan LHKPN 2017 dari KPK
Banyak pabrik baru, konsumsi listrik industri di Bekasi naik 21 persen
Ini cara baru PLN ingatkan pelanggan agar bayar tagihan listrik lebih awal
Ini cara PLN Disjaya kurangi pemadaman listrik saat musim hujan melanda
DPR: Kalau holding Pertamina-PGN saja bisa kontraproduktif, PLN harus ikut
Bangun PLTU Jawa 7, PLN bakal hemat Rp 90 triliun
PLN pastikan China bangun pembangkit listrik efisien dan rendah emisi