LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

PHK Massal di Startup akan Tingkatkan Pengangguran Usia Muda

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan Pemutusan Hubungan Kerja yang terjadi di perusahaan startup sangat mengancam anak muda yang bekerja di perusahaan digital.

2022-12-05 13:15:02
PHK Karyawan
Advertisement

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan Pemutusan Hubungan Kerja yang terjadi di perusahaan startup sangat mengancam anak muda yang bekerja di perusahaan digital.

Dia menjelaskan setiap tahunnya Indonesia memiliki tambahan angkatan kerja sebanyak 3,5 juta orang. Angkatan kerja baru khususnya yang memiliki skill digital tersebut terutama lulusan perguruan tinggi berharap sektor digital mampu menyerap tenaga kerja secara tinggi.

"PHK startup cukup mengkhawatirkan anak-anak muda yang memiliki skill digital," ujar Bhima kepada Merdeka.com, Senin (5/12).

Advertisement

Dia mengungkapkan harapan tersebut mulai naik pada saat puncak pandemi di tahun 2020 lalu yang mana ketika lowongan kerja di sektor tradisional seperti industri dan perdagangan meredup. Justru startup banyak membuka lowongan kerja.

Namun pasca pandemi, justru banyak terjadi PHK di startup. Hal ini jika berlanjut dapat menyebabkan pengangguran terdidik usia muda meningkat. "Problemnya pasca pandemi justru marak terjadi PHK di startup," terang dia.

Oleh karena itu pemerintah disarankan untuk mendorong digitalisasi perusahaan tradisional, jadi sektor digital tidak hanya soal startup tapi juga Business to Business (B2B), kata dia.

Advertisement

"Misalnya di industri manufaktur atau warung tradisional juga butuh adopsi digital," jelasnya.

Tak hanya itu, pemerintah diharapkan mampu mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyerap tenaga kerja yang di PHK dari perusahan startup. "Diperkirakan masih ada 9 juta gap tenaga kerja di sektor digital jadi serapna di BUMN sebenarnya bisa untungkan digitalisasi di BUMN sendiri," tuturnya.

Serta pemerintah juga perlu mengatur ulang soa diskon dan promo startup e-commerce, ride hailing dan layanan lainnya sehingga pengembanga bsinsi digital bisa lebih berkelanjutan. "PHK di startup masih berlanjut, jadi yang bisa dilakukan adalah upaya mitigasinya," tambahnya.

Ancaman seperti suku bunga, perubahan pola konsumsi, inflasi yang berpengaruh ke daya beli, hal ini dampaknya sangat cukup terasa di bisnis startup.

Baca juga:
Alami Kerugian, OYO di India PHK 600 Karyawan
Krisis Ekonomi Global, Perusahaan Startup Diminta Tak Latah PHK Karyawan
Gaji Besar dan Rekrutmen Berlebihan Jadi Pemicu PHK Karyawan Startup
Pengamat soal Startup PHK Karyawan: Banyak Cara Bisa Dilakukan, Potong Gaji Direksi
Strategi Pemerintah Cegah PHK Karyawan di Sektor Industri
Ombudsman Pertanyakan Audit Perusahaan Saat PHK Karyawan

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.