PGN sebut holding BUMN migas bikin harga gas di bawah USD 8 per Mmbtu
Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Jobi Triananda Hasjim mengatakan banyak keuntungan bagi konsumen gas jika holding tersebut efektif beroperasi. Salah satunya menekan harga gas dalam negeri yang selama ini masih tinggi.
Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Jobi Triananda Hasjim mengatakan banyak keuntungan bagi konsumen gas jika holding tersebut efektif beroperasi. Salah satunya menekan harga gas dalam negeri yang selama ini masih tinggi.
"Nanti akan ada peningkatan efektifitas dan efisiensi dan biaya operasi dan investasi sehingga harga gas di bawah USD 8 per mmbtu," kata Jobi di Kementerian BUMN, Senin (21/5).
Untuk itu, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sub holding gas tersebut. Seperti menyambungkan beberapa jaringan gas yang dimiliki perusahaan dan mengoptimalkan pasokan gas.
Diakui Jobi, saat ini jaringan gas, khususnya di Pulau Jawa belum semuanya tersambung. Yang menjadi titik blank spot disebutkan terdapat di wilayah distribuai Semarang-Cirebon-Cilamaya.
"Padahal saat ini kita ada kelebihan gas di Jawa Barat sedangkan di Jawa Timur itu kekurangan. Kalau bisa integrasi nanti kita bisa salurkan ke wilayah yang kurang. Makanya kadang kita iri dengan saudara kita PLN yang punya transmisi dari barat hingga ke timur," paparnya.
Tidak hanya itu, dalam rencana jangka menengah juga akan meningkat kapasitas dan volume pengelolaan yang mencapai 3.000-6.000 mmscfd. Sementara dari pendapatan ditargetkan mampu meningkat USD 1 miliar per tahun.
Diketahui, hingga saat ini, Kementerian BUMN tengah memfinalisasi penggabungan Pertagas ke PGN tersebut. Dijadwalkan RUPS penggabungan ke dua perusahaan tersebut pada 29 Juni 2018.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Ada holding BUMN migas, begini nasib karyawan PGN dan Pertagas
Dorong holding migas, BUMN minta akuisisi Pertagas rampung Agustus 2018
Kemenperin optimis holding BUMN Migas bakal tingkatkan utilitas industri
Pemegang saham beri izin prinsip PGN akuisisi Pertagas
Bos BTN beberkan keuntungan holding BUMN perbankan