Peternak tahan pasokan, harga daging sapi tinggi
Pemerintah mensinyalir peternak sapi akan memanfaatkan momen Ramadan untuk meraup untung.
Pemerintahnya menyatakan tingginya harga daging sapi saat ini disebabkan ditahannya pasokan oleh peternak untuk Ramadan. Pasalnya, saat Ramadan, permintaan sapi meningkat sehingga harga tentu tinggi.
"Tidak melepas artinya untuk dipotong. Sehingga menjelang puasa ini harga daging sapi belum juga turun," ujar Wakil Menteri Pertanian Rusman Heryawan usai rakor di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/6).
Peternak dinilai memanfaatkan momentum bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri untuk meraup keuntungan besar. "Karena semua orang kan perlu daging. Kalau lepas setelah Lebaran kan buat apalagi dia (peternak) tahan-tahan kan. Dia akan kehilangan momentum," paparnya.
Kini pemerintah tengah fokus menjaga harga daging agar tidak terlalu tinggi demi menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah, menurut Rusman, menargetkan harga daging sapi tidak sampai melebihi Rp 100.000 per kilogram (Kg).
"Paling tidak mempertahankan harga jangan sampai tembus Rp 100.000 an seperti peristiwa tahun lalu, ya mudah mudahan tidak terjadi," bebernya.(mdk/bim)