Petani di Indonesia kebanyakan berusia tua
8,26 juta petani tanaman pangan berusia di atas 54 tahun, sedangkan yang berusia 45-54 tahun hanya 6,5 juta.
Sebagai negara agraris, jumlah petani di Indonesia makin lama makin berkurang. Banyak petani yang akhirnya beralih profesi ke sektor lain. Kalaupun masih ada, petani di Indonesia rata-rata sudah berusia uzur atau didominasi usia tua.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani tanaman pangan di Indonesia mencapai 26,40 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, yang berusia di atas 54 tahun mencapai 8,26 juta. Untuk petani usia 45-54 tahun sebanyak 6,5 juta.
"Jumlah petani utama dengan usia di atas 54 tahun masih relatif besar," ujar Kepala BPS Suryamin di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/12).
Jumlah petani terbanyak berada di sektor pertanian, mencapai 31,7 juta. Petani sektor peternakan 14,1 juta dan sektor perkebunan 14,7 juta. Sedangkan, jumlah petani sektor penangkapan ikan hanya 927.250 petani.
Sebelumnya, BPS melansir jumlah petani gurem atau petani yang mengolah lahan kurang dari setengah hektar mengalami penurunan 4,77 juta atau 25,07 persen. Pada 2003, jumlah rumah tangga petani gurem mencapai 19,02 juta. Seiring perjalanan waktu, saat ini jumlah rumah tangga petani gurem hanya 14,25 juta.
Penurunan terbesar terjadi di provinsi Jawa Tengah. Jumlah rumah tangga petani gurem turun 1,32 juta atau 28,46 persen. Penurunan ini disebabkan luas lahan yang terlalu kecil, sehingga terpaksa dijual atau disewakan ke orang lain, kemudian mereka beralih profesi ke sektor lainnya.