Peserta konvensi ramai-ramai dukung akuisisi blok Mahakam
Gita Wirjawan dan Dino Patti Djalal menilai kekuasaan Total asal Prancis di blok penghasil gas itu harus diakhiri.
Para peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat menyatakan akuisisi Blok Mahakam, Kalimantan Timur, wajib didukung. PT Pertamina menjadi calon kuat pengelola sumur minyak yang kini dikuasai Total E&P Indonesie asal Prancis dan Inpex Coorporation (Jepang).
Salah satu yang berpendapat demikian adalah Gita Wirjawan, mantan menteri perdagangan. Dia menilai, perusahaan Indonesia sudah memiliki kemampuan buat mengelola sendiri blok migas itu.
"Tidak ada keraguan dalam keyakinan saya bahwa Blok Mahakam mutlak dimiliki dan dikelola oleh bangsa sendiri," ujarnya dalam keterangan pers, Minggu (23/2).
Pandangan itu disampaikan dalam debat capres Demokrat di Samarinda, Kaltim tadi malam. Buat Gita, kini beban ada di pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk meyakinkan seluruh pemangku kepentingan, bahwa pengambilalihan aset migas itu bisa menyejahterakan rakyat, dibandingkan apa yang dilakukan Total selama ini.
"Sebenarnya, polemik Blok Mahakam menantang pemerintah pusat dan daerah untuk mampu meyakinkan publik, mereka benar-benar menjalankan manajemen yang bertanggungjawab. Ini mutlak," ujarnya.
Peserta konvensi lainnya, Dino Patti Djalal, lebih spesifik lagi mendukung Pertamina. Dia mengatakan Badan Usaha Milik Negara ini sudah punya teknologi mumpuni buat mengoperasikan Mahakam, sehingga kebutuhan energi dalam negeri terpenuhi.
"Pertamina sudah siap. Teknologi sudah sanggup, apalagi blok Mahakam terletak di laut dangkal," kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika ini.
Debat soal Mahakam ini diikuti peserta konvensi lainnya. Misalnya, Ali Masykur Musa, Sinyo Harry Sarundajang, Marzuki Alie, dan Hayono Isman.
Blok Mahakam dikuasai Total selama 50 tahun terakhir. Masa kontrak perusahaan Prancis itu habis pada 2017. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tak kunjung menentukan sikap soal calon pemegang konsesi blok minyak ini, apakah kembali memperpanjang Total, atau memilih BUMN.
Blok Mahakam merupakan salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia. Gas yang dihasilkan mencapai 1,7 miliar kaki kubik per hari, diolah untuk dijadikan gas cair (liquid natural gas/LNG), kemudian diekspor ke Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Selain itu, area ini juga memproduksi minyak mentah sebesar 69 ribu barel.
(mdk/ard)