LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pesawat dan kereta dapat stimulus ekspor dari negara

LPEI menargetkan penyaluran pembiayaan ekspor Rp 42,7 triliun hingga akhir tahun.

2013-09-10 14:33:00
PT Dirgantara Indonesia
Advertisement

Pemerintah meminta Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia (LPEI) semakin ekspansif dalam membiayai ekspor produk unggulan Tanah Air. Beberapa industri sudah menerima fasilitas penjaminan, misalnya PT Dirgantara Indonesia dan PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA).

Direktur Utama LPEI, I Made Gde Erata, mengatakan dua industri yang memproduksi pesawat dan kereta karya anak bangsa itu masuk rencana pembiayaan jangka panjang.

"Produk yang jangka panjang, seperti gerbong yang ada di Madiun, kemudian pesawat yang ada di PT DI, inilah yang kita harapkan bisa kredit ekspor kepada pembelinya," kata Erata di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (10/9).

Advertisement

Dia tidak menampik masih banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) yang butuh stimulus ekspor. Oleh sebab itu Erata berharap pemerintah bisa mempertajam sektornya.

Produk seperti krupuk atau yang berbasis rumah tangga sebetulnya banyak diminta pasar internasional. Karenanya dia mendukung pemerintah yang menginisiasi program National Interest Account (NIA).

"Upaya penting adalah kredit ekspor bisa kita perluas. Banyak sekali produk yang dibutuhkan teman-teman di luar," paparnya.

Advertisement

Sementara target LPEI tahun ini bisa menyalurkan pembiayaan ekspor Rp 42,7 triliun hingga akhir tahun nanti. Erata mengklaim menteri keuangan bersedia meningkatkan anggaran mereka untuk 2014.

"Akhir oktober kita masukkan RKAP, dan menkeu akan menyetujui, dan tahun depan akan ada kenaikan 20 persen," tandasnya.

Ditemui terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang Brodjonegoro mengatakan sektor yang bakal dapat stimulus ekspor harus sudah teruji. Sebab, dana LPEI terbatas, tidak semua bisnis UKM dapat didanai kredit ekspornya.

Mengingat potensi Indonesia, Bambang menilai lebih tepat jika sektor yang mendapat stimulus adalah produk manufaktur berbasis sumber daya alam.

"Kalau dari pengalaman seharusnya kita mulai dari manufaktur, paling tidak yang berbasis SDA. Kedua kita fokus ke produk yang sudah teruji," cetusnya.

(mdk/bmo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.