Pesawat Bombardier Garuda resmi terbang di Indonesia Timur
Hingga akhir tahun ini Garuda akan menerima 5 pesawat, 7 pesawat diterima tahun depan, dan 6 pesawat tahun 2014-2015.
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia akan segera mengoperasikan pesawat terbarunya. Hari ini, Jumat (12/10), pesawat Bombardier yang memiliki kapasitas sebanyak 96 kursi (12 kelas Bisnis, 84 kelas ekonomi) diperkenalkan ke publik. Pesawat ini akan melayani rute-rute jarak pendek dengan density tinggi di wilayah timur Indonesia, 16 Oktober 2012.
Pesawat pertama dari 18 pesawat yang telah dipesan Garuda itu ditempatkan di Hub Makassar. Nantinya, pesawat tersebut akan melayani penerbangan dengan rute Makassar-Ternate, Makassar-Mataram, Makassar-Kendari, Makassar-Surabaya, dan Surabaya-Denpasar. Pesawat anyar itu juga bakal terbang ke kota-kota potensial lainnya dari Hub Medan, Balikpapan dan Surabaya.
Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyambut baik dioperasikannya pesawat Bombardier jenis CRJ1000 NextGen tersebut. Pesawat yang melayani penerbangan di wilayah Indonesia timur, diyakini akan semakin meningkatkan konektivitas.
"Upaya ini tentunya juga akan mempercepat pengembangan wilayah ini sesuai program Pemerintah yaitu Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)," ujar Mangindaan melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Jumat (12/10).
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar menuturkan, pengoperasian pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen ini merupakan bagian dari program Quantum Leap 2011-2015, khususnya pengembangan armada dan jaringan. Pada 2015, Garuda akan mengoperasikan 194 pesawat, dari jumlah saat ini yang hanya 94 pesawat.
Dengan penambahan jumlah armada, Garuda menargetkan mengangkut 45,4 juta penumpang dari saat ini 17,1 juta penumpang. Frekuensi penerbangan pun ditingkatkan dari sekitar 350 frekuensi penerbangan per hari saat ini, menjadi 1.100 penerbangan per hari.
Emirsyah menyebutkan, penerbangan di wilayah Timur Indonesia cukup potensial. "Upaya Garuda Indonesia untuk mempermudah penumpang di kota-kota di wilayah ini untuk melakukan perjalanan bisnis secara cepat dan lebih efisien.Penumpang tidak perlu lagi transit di Jakarta. Pengoperasian pesawat ini juga akan semakin memperkuat jaringan penerbangan Garuda secara keseluruhan", tambah Emir.
Sebelumnya, dalam ajang Singapore Airshow 2012 Februari lalu, Garuda Indonesia telah melaksanakan penandatanganan untuk pengadaan 18 pesawat jenis CRJ 1000 NextGen dengan Bombardier Aerospace, perusahaan pembuat pesawat asal Kanada. Melalui kontrak ini nantinya Garuda Indonesia akan memiliki sebanyak 36 pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen.
Hingga akhir tahun ini Garuda Indonesia akan menerima lima pesawat, dan sisanya, tujuh pesawat akan diterima pada tahun 2013, dan enam pesawat lainnya akan tiba pada tahun 2014 dan tahun 2015.
Pesawat CRJ 1000 NextGen mulai dipasarkan pada tahun 2010, dan terkenal dengan kehandalan, biaya operasional dan konsumsi bahan bakar yang efisien, dan kapasitas penumpang yang optimal.
Dalam rangka pengembangan armada dan ekspansi perusahaan yang dilaksanakan, pada tahun 2012 ini Garuda Indonesia menerima 20 pesawat baru terdiri dari 4 Boeing 737-800NG, 2 Airbus A330-200, 9 pesawat Airbus A320 untuk Citilink, dan 5 pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen.
Dengan kedatangan pesawat - pesawat baru tersebut, maka pada tahun 2012 jumlah armada Garuda Indonesia akan mencapai sebanyak 105 pesawat dengan rata-rata usia 5,8 tahun.
(mdk/noe)