LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pesan bos Bukalapak saat maraknya perusahaan berorientasi tenaga kerja lepas di RI

Keberadaan perusahaan yang berbasis inovasi akan lebih dibutuhkan negara agar perekonomiannya lebih bisa bertahan lama untuk ke depan.

2018-10-09 18:35:08
E-commerce
Advertisement

CEO Bukalapak, Achmad Zaky menyebut bahwa kehadiran perusahaan yang berorientasi pada skema gig economy atau memanfaatkan keberadaan tenaga kerja lepas seperti GoJek dan Grab sangat bagus untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tapi, dia mengingatkan negara untuk tidak lupa pada satu kata kunci, yakni inovasi.

"Menurut saya itu bagus sih. Bagusnya karena dia menciptakan lapangan pekerjaan di masyarakat. Saya cuma bilang, gig economy penting kalau ingin negara maju. Tapi jangan kesampingkan ekonomi yang high value," jelasnya di forum Youth at Work pada pertemuan tahunan IMF-WBG 2018, Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10).

Dia mengatakan, kehadiran perusahaan berbasis ekonomi bagus lantaran menciptakan lapangan pekerjaan yang fleksibel secara waktu dan bisa dipakai untuk meraih pendapatan sampingan. Tapi, Zaky menambahkan, keberadaan perusahaan yang berbasis inovasi akan lebih dibutuhkan negara agar perekonomiannya lebih bisa bertahan lama untuk ke depan.

Advertisement

"Yang gig ini sebenarnya service economy. Kalau pengen Indonesia jadi negara maju, itu ekonomi value added yang innovation based mesti digarap. Jadi jangan hanya melihat gig economy," sambungnya.

Zaky mencontohkan, keberadaan sebuah perusahaan besar yang berbasis inovasi seperti Apple di Amerika Serikat bisa bantu meningkatkan produk domestik bruto (Growth Domestic Product/GDP) Negeri Paman Sam hingga 0,8 persen.

"Kalau kita fokus ke inovasi, itu akan menciptakan value yang lebih banyak. Maksudnya kita ngimpi loh, Indonesia punya kayak Apple gitu, satu aja. Apple itu size-nya segede Indonesia loh. Jadi kalau Indonesia punya itu satu aja, GDP kita bakal double," urainya.

Advertisement

"Intinya harus bisa menciptakan value-value yang lebih besar. Gig economy penting. Tapi kalau ditanya apakah bisa menciptakan growth economy dua kali lipat dalam waktu 10-20 tahun, itu impossible," pungkas Zaky.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Bos Bukalapak: Regulator anggap e-commerce RI dikuasai asing, itu data dari mana?
Siap-siap, pameran digital terbesar di Indonesia dibuka awal 2019
RPP e-commerce diharap bisa akomodir industri dalam negeri
Perdagangan elektronik dunia USD 3 T, LPEI dorong daya saing UKM berorientasi ekspor
Tebak-Tebakan: Apa brand favorit kaum milenial zaman now?

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.