Perusahaan Swasta Dapat 330 Ribu Dosis Vaksin Gotong Royong Tahap Pertama
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Kamandani mengatakan, alokasi vaksin gotong royong tahap pertama hanya mendapatkan 500 ribu dosis. Jumlah dosis vaksin tersebut harus dibagi dua antara perusahaan BUMN dan perusahaan swasta.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Kamandani mengatakan, alokasi vaksin gotong royong tahap pertama hanya mendapatkan 500 ribu dosis. Jumlah dosis vaksin tersebut harus dibagi dua antara perusahaan BUMN dan perusahaan swasta.
"Alokasi pertama ini ada 500 ribu yang diberikan untuk swasta dan BUMN," kata Shinta dalam diskusi online: Siap Jaga Indonesia dengan Vaksinasi Gotong Royong, Jakarta, Rabu (16/6).
Pada alokasi pertama ini, Sinta mengatakan perusahaan swasta mendapatkan jatah 330 ribu dosis. Sehingga hanya 165 ribu orang yang akan mendapatkan vaksinasi. Pada alokasi kedua, diperkirakan akan ada 1 juta dosis untuk dua kali vaksin. Sehingga hanya akan ada 500 ribu orang yang akan ikut dalam program vaksinasi gotong royong.
Alokasi kedua ini juga akan dibagi dua untuk perusahaan BUMN dan perusahaan swasta yang telah mendaftar lewat Kadin. Meski begitu, pihaknya tidak mengetahui jumlah dosis vaksin untuk perusahaan swasta.
"Ini nanti dibagi lagi antara BUMN dan swasta, berapa jumlahnya lagi kita tunggu kabarnya," kata dia.
Dia menjelaskan, sudah ada 28 ribu lebih perusahaan swasta yang mendaftar untuk ikut dalam program vaksinasi gotong royong. Setidaknya ada 10,5 juta karyawan yang didaftarkan.
Pada tahap distribusi, vaksin akan diberikan terlebih dahulu kepada yang mendaftar pada tahap pertama di bulan Februari. Namun, mengingat ketersediaan vaksin yang terbatas, Kadin akan kembali menyeleksi perusahaan yang bisa lebih dulu mendapatkan vaksin. Vaksin akan diprioritaskan kepada perusahaan sektor manufaktur yang berada di zona merah.
"Sesuai arahan pemerintah, jadi yang kita prioritaskan sektor manufaktur di Jabodetabek dan zona merah," kata dia.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Sinovac, AstraZeneca, Pfizer dan Novavax Tak Boleh Dipakai Vaksinasi Gotong Royong
Kemenkes Izinkan Vaksin Program Pemerintah Dipakai untuk Vaksinasi Gotong Royong
Karyawan KLY Ikuti Vaksinasi Gotong Royong
Emtek Lindungi Kesehatan 3000 Pegawainya dari Covid Lewat Vaksin Gotong Royong
Kabar Gembira, Vaksin Sinopharm Miliki Efikasi Tinggi
1.933 Pekerja di Kabupaten Bekasi Terima Vaksin Gotong Royong