Perusahaan milik Harry Tanoe telan kerugian Rp 154 miliar
Kerugian ini menurun dibandingkan tahun 2013 yang mencapai Rp 487 miliar.
Salah satu perusahaan milik Harry Tanoesoedibjo, MNC Sky Vision menanggung rugi sebesar Rp 154 miliar pada 2014. Besarnya kerugian ini menurun dibandingkan tahun 2013 yang mencapai Rp 487 miliar.
Namun demikian, pendapatan perusahaan tahun lalu meningkat 9 persen (yoy). Peningkatan ini berasal dari pertumbuhan pelanggan sebesar 10 persen. Dalam laporan keuangannya, pendapatan MNC Sky Vision mencapai Rp 3,28 triliun atau meningkat 3,02 triliun dari tahun lalu.
"Tahun lalu sangat dinamis dan kompetisi semakin ketat. Banyak pemain baru yang agresif," ucap Direktur Utama MNC Sky Vision, Rudy Tanoesoedibjo dalam keterangan tertulisnya kepada merdeka.com di Jakarta, Rabu (1/4).
Rudy menyebut meski mengalami kerugian, pihaknya berhasil meningkatkan pangsa pasar menjadi sampai 75 persen. Rudy mengklaim, para pesaing mengalami penurunan pelanggan. Total pelanggan MNC Sky Vision pada akhir Desember 2014 telah mencapai 2,53 juta dan mengalami peningkatan 10 persen dibanding tahun 2013.
Secara keseluruhan, jumlah penambahan bersih pelanggan perseroan rata rata 20.000 pelanggan per bulan. Tingkat churn rate rata rata sebesar 1,36 persen per bulan.
"Kami optimis tahun mendatang dan kami mengincar peningkatan pendapatan. Kami memiliki keunggulan kompetitif, yaitu rendahnya biaya pelanggan pada konten provider. Ini memungkinkan kami mengelola biaya dan marjin profitabilitas pada tahun mendatang," tutupnya.