Perusahaan Ceko Minat Bangun Bengkel Pesawat di Bandara Samarinda
Menurut Dodi, Job Air Technic menginginkan agar hanggar di Bandara APT Pranoto bisa difungsikan sebagai tempat repair, dan maintenance pesawat, yang nantinya menambah MRO di Indonesia.
Job Air Technic, perusahaan asal Republik Ceko, berminat membangun hanggar Maintenance Repair and Overhaul (MRO) pesawat di Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur. MRO itu menjadi yang keempat di Indonesia, utamanya untuk kawasan Indonesia tengah dan timur.
"Job Air Technic sudah siapkan form business letter, dan akan dibicarakan di Jakarta Rabu (20/11) besok," kata Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi ditemui merdeka.com, Selasa (19/11).
Menurut Dodi, Job Air Technic menginginkan agar hanggar di Bandara APT Pranoto bisa difungsikan sebagai tempat repair, dan maintenance pesawat, yang nantinya menambah MRO di Indonesia.
"Di Indonesia, kan cuma ada 3. Di Jakarta ada Garuda Maintenance Facility, di Batam ada Lion Technic, dan Merpati di Surabaya. Nah, untuk kawasan Indonesia tengah dan timur, belum ada," ujar Dodi.
Job Air Technic, menurut Dodi, berkeinginan membangun hanggar sendiri, dengan luasan lahan yang diperlukan 5-10 hektare, sesuai isi surat yang disampaikan Job Air Technic. "Mudah-mudahan Job Air Technic bisa mewakili Indonesia tengah dan timur," sebut Dodi.
"Saya komunikasikan ini ke Bu Dirjen Perhubungan Udara. Yang jelas, ini terobosan bagus. Karena semua ini, terkait bahwa Samarinda sebagai kota penunjang ibu kota negara Indonesia yang baru," tambah Dodi.
Bandara APT Pranoto Dilengkapi Solar Cell
Di hari bersamaan Rabu (20/11) besok, Dodi berencana meneken MoU investor Total Energy dari Perancis di Jakarta, yang berencana menanamkan investasi teknologi solar cell di Bandara APT Pranoto. "Mereka mau investasi sekitar Rp25 miliar," kata Dodi.
"Untuk solar cell ini, sudah disetujui Kemenhub. Jadi, untuk sumber energi di Bandara APT Pranoto, selain pakai listrik, juga pakai genset diesel, kita juga pakai solar cell. Ini kan perintah Pak Presiden Jokowi, untuk menggunakan energi terbarukan," pungkas Dodi.
(mdk/idr)