Perusahaan Baja Lapis Bangun Gedung Sekolah dan Infrastruktur Desa di Purwakarta
Berdiri di atas tanah seluas 50.407 m2, integrasi pendidikan formal dan informal intensif dilakukan di Tegalwaru Purwakarta. Nama 'Kampung Ilmu' disematkan sebagai istilah dari komplek pendidikan modern.
Perusahaan yang bergerak dibidang industri baja lapis, NS BlueScope bekerjasama dengan Yayasan Nurani Dunia membangun kembali gedung sekolah di wilayah terpencil di Purwakarta dan merekrut tenaga pengajar bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Program yang digagas oleh Imam Prasodjo ini memang sejalan dengan program CSR corporate BlueScope yang mengarusutamakan pendidikan dan bangunan publik secara jangka panjang.
"Setelah mendengar rancangan program inovatif dari pak Imam, kita tergerak untuk terlibat di dalamnya. Karena program ini sejalan dengan program CSR korporat yang mengarus-utamakan pendidikan dan bangunan publik secara jangka panjang," kata Presiden Direktur NS BlueScope Indonesia, Yan Xu di Jakarta.
Tak hanya membangun gedung-gedung sekolah, beragam infrastruktur desa juga dibangun dan melibatkan warga di Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru.
"Gotong-royong tak hanya membangun gedung-gedung sekolah, tetapi juga membangun beragam infrastruktur desa, seperti jalan, instalasi air, fasilitas lapangan olah-raga dan lain-lain. Seluruh warga berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi bersama," terang Imam Prasodjo, Ketua Pengurus Yayasan Nurani Dunia.
Berdiri di atas tanah seluas 50.407 m2, integrasi pendidikan formal dan informal intensif dilakukan di Tegalwaru Purwakarta. Nama 'Kampung Ilmu' disematkan sebagai istilah dari komplek pendidikan modern.
Pembangunan sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) Tegalwaru dirancang dan terintegrasi dengan pusat-pusat pembelajaran komunitas informal di sekitar. Dengan harapan tumbuhnya wirausahawan desa berjiwa mandiri, yang mampu melakukan inovasi diberbagai bidang.
Sejumlah fasilitas yang tengah dibangun di antaranya, empat kelas belajar mengajar, satu ruangan guru, ruang laboratorium, ruang workshop, lapangan olahraga, dua asrama guru, aula serbaguna, perpusatakaan, masjid, saluran air dan lainnya.
"Desain master plan dan arsitektur bangunan ini dirancang tahan gempa oleh para relawan insiyur-insiyur sipil muda dan tim arsitek Andramatin. Sebagai kesatuan dari rancangan desain, penutup atap (roofing) yang cocok, unik dan berkualitas, saya langsung terpikir produk BlueScope. Apalagi, saya pernah bekerjasama dengan BlueScope melalui program CSR-nya saat dulu membangun sekolah yang runtuh akibat gempa 2006 di Klaten. Alhamdulillah, saat saya hubungi BlueScope, ada respon begitu cepat," ujar Imam Prasodjo.
(mdk/idr)