LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pertumbuhan Ekonomi Meleset dari Target, BI Sebut Dampak Perang Dagang

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2019 sebesar 5,07 persen. Angka tersebut jauh di bawah prediksi banyak pihak, termasuk Bank Indonesia (BI). Ketegangan perang dagang membuat asumsi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia menjadi terkoreksi termasuk Indonesia.

2019-05-17 14:54:45
Perang dagang
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2019 sebesar 5,07 persen. Angka tersebut jauh di bawah prediksi banyak pihak, termasuk Bank Indonesia (BI).

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, menyebutkan tidak terealisasinya prediksi angka pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama tahun ini adalah karena kembali mencuatnya perang dagang atau trade war antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

"Kita melihat angka pertumbuhan ekonomi kita yang bisa dikatakan di bawah perkiraan hampir semua pihak termasuk Bank Indonesia dan itu semua berawal dari bagaimana dampak dari trade tantion (ketegangan perang dagang)," kata dia, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (17/5).

Advertisement

Ketegangan perang dagang, lanjutnya, membuat asumsi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia menjadi terkoreksi termasuk Indonesia.

"Trade dunia yang melambat (dampaknya) ke ekspor kita dan langsung mengena kepada kegiatan ekonomi Indonesia," ujarnya.

Selain itu, investasi juga dinilai masih rendah. Namun secara keseluruhan ekonomi tetap ditopang oleh konsumsi yang masih bertahan.

Advertisement

Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tumbuh meski di bawah harapan, naik tipis apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 5,06 persen. "Satu hal yang bisa dikatakan, ekonomi bisnis harus tetap lanjut dan itu membutuhkan financing perekonomian," tutupnya.

Baca juga:
Darmin Soal Defisit Neraca Perdagangan April Terbesar Dalam Sejarah:Tak Perlu Pesimis
BI Sebut Pemilu Tak Beri Dampak Signifikan Pada Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah Luncurkan Masterplan Ekonomi Syariah 2019-2024
Perang Dagang Berlanjut, Bagaimana Ekonomi Global dan Indonesia?
Bos Bappenas: Ibu Kota Pindah, Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tak Terganggu
Strategi Pemerintah Jokowi Dorong Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi di 2020
Jokowi Beberkan 3 Kunci Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar ke-4 Dunia

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.