Pertamina raih komitmen pembelian minyak kelolaan British Petroleum
Menurut Arcandra, untuk masalah perpajakan pembelian minyak bagian kontraktor, instansinya sudah melakukan pembahasan. Ada peraturan tentang perpajakan yang akan diubah untuk melancarkan pembelian minyak bagian kontraktor oleh Pertamina.
Pemerintah telah menetapkan, kewajiban PT Pertamina (Persero) membeli minyak bagian kontraktor. Saat ini kebijakan tersebut telah diimplementasikan.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengatakan Pertamina telah mendapat komitmen pembelian minyak mentah bagian kontraktor British Petroleum (BP), hasil produksi dari Blok Minyak dan Gas Bumi (Migas) dalam negeri yang dikelolanya. "Yang saya dapat laporan dari BP ok," kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/10).
Menurut Arcandra, untuk masalah perpajakan pembelian minyak bagian kontraktor, instansinya sudah melakukan pembahasan. Ada peraturan tentang perpajakan yang akan diubah untuk melancarkan pembelian minyak bagian kontraktor oleh Pertamina.
"Yang masalah perpajakan, surat dari Kemenkeu sudah kita terima sudah dibahas juga apa impact nya dari sisi perpajakan," tuturnya.
Sebelumnya Arcandra mengungkapkan, pelaksanaan pembelian minyak bagian kontraktor oleh Pertamina, ditetapkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018, tentang prioritas pemanfaatan minyak bumi untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Penyelesaian transaksi pembelian minyak bagian kontraktor oleh Pertamina dilakukan secara bisnis.
"Pertamina silahkan dekati KKKS secara business to business," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Pemerintah ubah 2 kilang minyak tua untuk produksi B100
Produksi Pertamina EP tembus 101 persen di kuartal III-2018
Harga minyak turun tipis setelah sentuh titik tertinggi dalam 4 tahun
Gempa Palu tak ganggu kegiatan pencarian migas
BI: Defisit neraca perdagangan karena peningkatan impor migas
Harga minyak turun sebab persediaan AS meningkat di luar perkiraan
Diambil alih Pertamina, produksi minyak lapangan Handil capai 1.057 BOPD