LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pertamina masih malu-malu sebut besaran harga BBM jenis baru

Untuk sementara, Pertamina baru berencana memperkenalkan BBM jenis baru ini hanya di Jakarta.

2015-04-17 15:21:43
Penghapusan Premium
Advertisement

Pertamina memastikan bakal mengeluarkan produk bahan bakar minyak (BBM) jenis baru sebelum akhir bulan ini atau April 2015. Vice President Communication Pertamina Wianda Pusponogoro mengaku menuturkan, kadar RON BBM jenis baru di atas Premium dan di bawah Pertamax. Sayangnya dia tidak menyebut RON yang dipakai.

Wianda hanya memastikan harganya lebih terjangkau. "(Harganya) di atas RON 88 (premium), tapi rendah di bawah RON 92," kata Wianda di Jakarta, Jumat (17/4).

Untuk sementara, Pertamina baru berencana memperkenalkan BBM jenis baru ini hanya di Jakarta. BBM jenis baru ini akan tersedia di Stasiun Pengisian Bahar Bakar Umum (SPBU) yang ada di tengah kota Jakarta.

Advertisement

"Kita perkenalkan dulu di Jakarta, kalau Jakarta Selatan seperti di Jalan Kuningan, dan di Jakarta Pusat seperti di Jalan Abdul Muis," terangnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membenarkan rencana penghapusan Premium. Nantinya akan ada bahan bakar baru pengganti yang rencananya dinamakan Pertalite.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan penghapusan ini bertujuan memperbaiki tata kelola migas lebih baik. Pasalnya, BBM baru ini akan diolah (blending) di dalam negeri.

Advertisement

"Ada 2 aspek nih soal Premium. Di banyak negara (Premium) sudah tidak digunakan dan kedua Premium itu dalam prioritas pengadaannya membuat Pertamina tergantung pada tender di luar karena harus diblending di luar," ujarnya saat ditemui di kantor presiden, Jakarta, Jumat (17/4).

Sudirman menegaskan, BBM baru ini sama dengan Premium dan Pertamax yakni tidak mendapat subsidi. Dia menambahkan rencana ini sejalan dengan rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas di mana mendorong penggunaan energi bersih.

"Pemerintah sedang mengkaji bersama BPH Migas jadi kita tunggu saja bagaimana hasil kajian itu," ucapnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.