LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pertamina luncurkan Meditran SX Bio, pelumas biodiesel

Pertamina juga meresmikan pabrik pelumas Jakarta berkapasitas 270 juta liter per tahun.

2015-12-11 11:20:03
Pertamina
Advertisement

PT Pertamina meluncurkan Meditran SX Bio. Pelumas untuk mesin kendaraan berbahan bakar biodiesel itu diharapkan mampu bersaing di pasar Asia Tenggara.

Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan pelumas memiliki kandungan 20 persen bahan bakar nabati itu merupakan salah satu produk dari pabrik pencampuran pelumas atau Lube Oil Blending Plant (LOBP) Pertamina.

Selain Meditran SX Bio, Pertamina juga meresmikan pabrik pelumas Jakarta berkapasitas 270 juta liter per tahun. Kemudian, terminal Automation System Bunker di Dermaga Pertamina Tanjung Priok, New Gantry System TBBM Kertapati di Palembang, dan Pelayanan BBM ke SPBU dengan Auto Truck Scheduling dari Terminal BBM Plumpang.

Advertisement

"Proyek upgrading unit jakarta 270 juta liter per tahun dan produksi pelumas terbesar di Asia Tenggara. Lihat itu, Indonesia bisa cukupi pelumas di industri dan otomotif. Targetnya, harus jadi leader untuk pelumas di pasar ASEAN. Setelah ada fasilitas di Jakarta dan Thailand," kata Dwi di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (11/12).

Hal senada diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Selain Asean, dia berharap pelumas Pertamina juga bisa merambah pasar Asia.

"Karena mobil-mobil yang memakai pelumas ini di Indonesia adalah berkualitas global. Tentunya bisa dipasarkan Pertamina ini di kancah global," jelas Rini.

Advertisement

Untuk itu, Rini mendorong Kementerian Perindustrian agar menjadikan pelumas Pertamina tersebut sebagai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pertamina juga meluncurkan 3 kapal medium range 40 ribu DWT dan pembangunan 8 kapal general purpose 17.500 DWT di galangan dalam negeri. Lalu, peluncuran Bright Gas kemasan kaleng 220 gram, SPBU Pasti Prima, suplai perdana avtur di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua.

Kemudian, penyaluran dan pemasaran Pertalite hingga ke ujung timur Indonesia.

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.