LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pertamina Incar Laba Rp31 Triliun di 2020

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, tahun depan produksi migas ditargetkan sebesar 923.000 barel setara minyak (Barel Oil Equivalent Per Day /BOEPD) lebih tinggi dibanding 2019 sebesar 906.000 BOEPD.

2019-11-28 20:25:59
Pertamina
Advertisement

PT Pertamina (Persero) menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10 persen pada 2020. Laba tersebut akan tercapai dengan mengandalkan peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas).

‎Dikutip dari bahan pemaparan kinerja Pertamina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Jakarta, Kamis (28/11), Pertamina mengincar laba pada 2020 sebesar USD 2,2 miliar atau setara dengan Rp31,01 triliun lebih tinggi 10 persen dibanding tahun ini ‎sebesar USD 2 miliar.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, tahun depan produksi migas ditargetkan sebesar 923.000 barel setara minyak (Barel Oil Equivalent Per Day /BOEPD) lebih tinggi dibanding 2019 sebesar 906.000 BOEPD.

Advertisement

"Rincian‎ produksi minyak mencapai 430.000 barel per hari (bph) dan produksi gas sebesar 2.857 juta kaki kubik per hari (mmscfd),"‎ kata Nicke, saat menghadiri RDP, dengan Komisi VII DPR.

Incar Pendapatan USD 58,33 Miliar

Pertamina menargetkan pendapatan pada 2020 sebesar USD 58,33 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan target pendapatan tahun ini senilai USD 58,85 miliar.

Advertisement

Sekretaris Perusahaan Pertamina Tajudin Noor mengungkapkan, prediksi penurunan pendapatan berdasarkan acuan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) dalam Anggaran Pendapatan Negara (APBN) 2020 sebesar USD 63 per barel dan kurs Rp 14.400 per USD, sedangkan acuan ICP lebih rendah dari tahun ini sebesar USD70 per barel. Kondisi ini membuat beban biaya operasi mengalami penurunan, sehingga lebih efisien.

"Jadi kan kalau laba penjualan dan biaya, selama penurunan pendapatan lebih kecil dibandingkan penurunan biaya tidak masalah," tandasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.