LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pertamina gelontorkan Rp 7,5 M terangi 13.470 rumah di Jabar dan Banten

Direktur Pertamina Retail Mas'ud Khamid menyatakan, Pertamina Group mengalokasikan anggaran sekitar Rp 7,5 miliar untuk menerangi 13.470 rumah tangga tidak mampu. Melalui aktivitas ini, Pertamina berharap bisa membantu masyarakat kurang mampu, khususnya yang berada di Jawa Barat bagian Selatan serta Banten.

2018-08-08 11:27:51
Pertamina
Advertisement

Direktur Pertamina Retail Mas'ud Khamid menyatakan, Pertamina Group mengalokasikan anggaran sekitar Rp 7,5 miliar untuk menerangi 13.470 rumah tangga tidak mampu. Melalui aktivitas ini, Pertamina berharap bisa membantu masyarakat kurang mampu, khususnya yang berada di Jawa Barat bagian Selatan serta Banten.

"Selama ini masyarakat tersebut belum bisa menikmati penerangan listrik," ujar Mas’ud di Jakarta, Rabu (8/8).

Dia menambahkan, untuk teknis pemasangan jaringan listrik tersebut, Pertamina telah menandatangani kerja sama dengan PT PLN, sebagai BUMN yang memiliki otoritas melakukan sambungan listrik kepada masyarakat.

Advertisement

Menteri BUMN, Rini Soemarno menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para Direksi BUMN yang telah bersinergi untuk membantu menerangi rumah tangga kurang mampu. Kementerian BUMN menargetkan hingga Maret 2018, bisa menyambungkan listrik kepada 360 ribu rumah tangga kurang mampu di seluruh Indonesia.‎

"Kesetaraan dan keadilan harus menjadi nomor satu, ini tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu saya meminta kepada Direksi BUMN untuk bisa membantu. Terima kasih kepada para direksi BUMN, ada 34 BUMN yang berpartisipasi dalam program Sinergi BUMN Sambung Listrik," ujar Rini.

Penerangan listrik bagi keluarga kurang mampu, lanjut Rini, sangat membantu kehidupan mereka, karena selama ini mereka harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk penerangan.

Advertisement

"Dengan satu lampu ‘teplok’ saja menggunakan minyak tanah biayanya juga tidak murah. Dengan harga minyak tanah Rp 9.500 per liter, per bulan bisa menghabiskan Rp 45 ribu. Begitu juga kalau menumpang aliran listrik untuk satu lampu saja, biayanya Rp 30 ribu per bulan. Sementara dengan sambungan listrik sendiri, biaya per bulan hanya Rp 20 ribu, itu untuk penerangan lampu dan lain-lain," tutup Rini.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
35 BUMN gelontorkan Rp 360 miliar listriki Jabar hingga Jakarta
Program sambungan listrik gratis 35 BUMN di Jabar telan biaya Rp 56,9 M
Pemenuhan listrik hingga ke daerah pelosok masih jadi PR bagi pemerintah
Menteri Jonan minta BPS perbaiki data rasio elektrifikasi
Menteri Jonan target rasio elektrifikasi Papua dan NTT 99 persen di 2019

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.