LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pertamina gandeng Repsol bangun pabrik ban untuk Moto GP

Wianda menegaskan pabrik bahan baku ban ini ditargetkan beroperasi pada 2019. Dana investasi yang dibutuhkan dalam membangun pabrik tersebut mencapai USD 80 juta atau Rp 1,03 triliun.

2016-09-29 16:48:32
Pertamina
Advertisement

PT Pertamina (Persero) menggandeng perusahaan minyak asal Spanyol, Repsol untuk membangun pabrik aromatik ekstract atau bahan baku additif untuk produksi ban karet.

"Untuk menjadikan produksi ban, ban ini khususnya ban untuk racing internasional seperti Moto GP. Ini jenis produk yang hybrid, bukan produk sembarangan ban secara massal," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda di Jakarta, Kamis (29/9).

Wianda menegaskan pabrik bahan baku ban ini ditargetkan beroperasi pada 2019. Dana investasi yang dibutuhkan dalam membangun pabrik tersebut mencapai USD 80 juta atau Rp 1,03 triliun.

Advertisement

"Jadi kemungkinan besar setelah review kan ada proses feasibility study (FS) atau uji kelayakan, kita lihat komposisi perusahaan patungan seperti apa. Pertamina biasanya posisinya mayoritas. Targetnya paling enggak kita harus sudah punya perusahaan di awal tahun 2017. Karena bangun pabrik bisa 18-24 bulan," jelasnya.

Nantinya, kapasitas pabrik tersebut mencapai 6.000 ton per tahun. Sedangkan, Pertamina bakal memasarkan produknya tersebut ke Asia Tenggara.

"Repsol kan kita tahu selain produsen dari karet dan juga pelumas, dia produsen terbesar untuk di kawasan dia (Eropa). Sebenarnya, dia mengajak Pertamina untuk bekerja sama karena melihat opportunity. Kita melihat prospek bisnis yang baguslah, Repsol sudah punya pangsa pasar termasuk di Asia Tenggara," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Pertamina klaim masyarakat mulai beralih dari Premium ke Pertamax
Harga minyak rendah, BPK nilai Pertamina harus turunkan harga BBM
1 Oktober, Premium turun jadi Rp 6.150 & solar naik Rp 5.750/liter
Ini kata Pertamina soal harga BBM turun bulan depan
YLKI sebut perubahan konsumsi BBM dipengaruhi harga
DPR soal untung jual BBM subsidi: Pertamina jangan bebani rakyat
Pertamina target produksi minyak 700.000 barel per hari di 2019

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.