LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pertamina EP jadi KKKS migas pertama jual karbondioksida

Karbondioksida dibutuhkan untuk bahan baku Coca-Cola.

2016-07-18 18:06:14
Pertamina EP
Advertisement

Field Manager Subang Pertamina EP, Armand Hukom menyebut pihaknya menjadi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas pertama di Indonesia yang menjual karbondioksida (CO2). Pertamina EP setidaknya mendapat hasil penjualan USD 5.042 per hari dari dua plant pemurnian CO2 di Subang dan Cilamaya.

Dia menjelaskan CO2 yang diproduksi plant Cilamaya dijual ke PT Samantor sebanyak 1.172 mmcfd dan menghasilkan pendapatan USD 2.842 per hari. "Sementara, CO2 plant Subang dijual ke PT Aneka Gas Industri sebanyak 1.820 mmcfd dan menghasilkan USD 2.200 per hari," ujarnya di plant pemurnian CO2 Subang, Jawa Barat, Senin (18/7).

Dia melanjutkan, CO2 nyatanya tak selalu buruk untuk manusia. Dia mencontohkan minuman bersoda juga salah satu bahan bakunya karbondioksida.

Advertisement

"Minuman ringan seperti Coca Cola itu menggunakan CO2 hasil produksi kita. Selain itu, CO2 juga digunakan untuk keperluan industri otomotif, pengawet makanan di pesawat, juga digunakan di rumah sakit," ungkapnya.

Armand mengaku permintaan akan CO2 ini terus meningkat saat ini. Di mana sejumlah perusahaan lain sudah menyatakan minatnya untuk membeli dari Pertamina EP.

"Permintaan ini belum bisa kita penuhi karena harus menunggu proses yang dilakukan oleh pusat dan SKK," ucapnya.

Advertisement

Baca juga:
Proyek gas Pertamina EP gunakan teknologi ramah lingkungan
Pertamina EP salurkan gas sebanyak 50 MMSCFD ke Donggi Senoro
Pertamina EP tambah titik serah gas, pasokan PLN Tarakan aman
Lapangan Banyu Urip ditargetkan sumbang 30 persen lifting minyak RI
Pertamina EP pasok 48,97 persen gas untuk jargas rumah tangga
Pertamina akui tengah 'bergantung' minyak dari Aljazair
Kelola blok migas di luar negeri, Pertamina andalkan 300 karyawan

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.