LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pertamina Diberi Kesempatan Tambah Saham di Kilang Bontang

Legal Adviser OOG Constant M Ponggawa mengatakan, dalam pembangunan Kilang Bontang, Pertamina memiliki bagian 10 persen dan OOG 90 persen. Pertamina pun diberikan kesempatan untuk menambah porsi tersebut jika berminat.

2019-04-16 17:39:57
kilang
Advertisement

PT Pertamina (Persero) diberikan ‎kesempatan menambah hak partisipasi di kilang Bontang, Kalimantan Timur. Saat ini mayoritas saham infrastruktur pengolahan minyak tersebut dimiliki Perusahaan asal Oman yaitu Overseas Oil & Gas (OOG).

Legal Adviser OOG Constant M Ponggawa mengatakan, dalam pembangunan Kilang Bontang, Pertamina memiliki bagian 10 persen dan OOG 90 persen. Pertamina pun diberikan kesempatan untuk menambah porsi tersebut jika berminat.

‎"Dari sisi kami, kami masih terbuka, kami memiliki komitmen bahwa Pertamina selalu diberi kesempatan untuk meningkatkan partisipasi saham mereka‎," kata Ponggawa, di Jakarta, Senin (15/4).

Advertisement

‎Menurutnya, pembicaraan dengan Pertamina terkait pembentukan usaha patungan masih berlangsung, ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Penambahan porsi hak partisipasi akan dibahas dalam proses pembentukan perusahaan patungan.

"Kami bekerja di OOG, berdasarkan dari perjanjian kerangka kerja antisipasi pada akhir tahun ini untuk mendirikan perusahaan JV. Jadi kami masih punya banyak waktu untuk membahasnya. Kami sudah memulai diskusi,‎" paparnya.

Chairman Overseas Oil & Gas LLC Oman, Khalfan AL Riyami mengatakan, ‎saat ini proses pembangunan masih dalam studi kelaikkan berupa kelayakan secara finansial untuk sumber pendanaan, proses studi kelayakan tersebut diperkirakan selesai dalam waktu 5 sampai 6 bulan sejak tanda tangan Frame Work Agreement dengan Pertamina.

Advertisement

"Butuh studi kelaikkan untuk membuktikan proyek ini bankabel atau tidak, tapi sebelum ke Indonesia kami pastikan bankabel," tutur Khalfan.

‎Khalfan melanjutkan, setelah itu selesai baru mengerjakan desain rinci atau Front End Enginering Design (FEED)‎. Dia pun menargetkan, proyek kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari tersebut akan selesai pada 2026.

"2026 untuk penyesaian kilang. Tidak mungkin selesai 2022," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Presiden Jokowi Bertemu Menteri Energi Arab Bahas Kerjasama Aramco-Pertamina
Keluhkan Impor Petrokimia Terbesar, Jokowi Undang Arab Saudi Kembangkan Industri RI
Jalankan Fungsi Ganda, Pertamina Operasikan DPPU Binaka
Prabowo: Garuda, Pertamina, PLN Dirampok, Mana Buktinya? Ada Segudang di BPK
Anggota DPR Apresiasi Pertamina Temukan Cadangan Gas dan Kondensat di Toili
Anggota DEN: PLN dan Pertamina Harus Antisipasi EBT Agar Tak Rugi

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.